• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Nilai Strategis Air untuk Hankam Negara

Ilustrasi Air Istimewa

Oleh : Servas Pandur Risk Consulting Group / Jakarta, September 2017

Dari sudut pandang Intelijen Atom, air dapat bersenyawa ke semua komponen zat di alam semesta. Air mudah memasuki tingkat elemen apa saja, masuk ke semua zat, tetapi susah dideteksi. Sebab molekul air berisi satu oksigen dan dua atom hidrogen yang dihubungan oleh ikatan-ikatan kovalen ke dalam satu atom oksigen tunggal. Sehingga air dapat mengubah massa zat atau melarutkan zat. Misalnya, jika air masuk ke zat besi, maka massa besi secara alamiah akan berubah menjadi air raksa. Air dapat berubah sesuai massa dan kebutuhan zat itu. 

Air adalah zat kimia (chemical substance) dengan formula kimiawi H2O. Air sangat penting bagi kehidupan, kesehatan dan kemajuan rakyat, pelestarian lingkungan, olahraga, dan bisnis. Karena  tanpa ada pasokan air, kita hanya dapat bertahan hidup beberapa jam. Tanpa ada pasokan udara O2, kita hanya dapat bertahan hidup beberapa menit. Tanpa ada pasokan makanan, kita dapat bertahan hidup beberapa hari.  

Air menutup 70,9% permukaan bumi   dan sangat vital untuk segala bentuk kehidupan di dunia.   Di bumi, air sebagian besar mengisi lautan dan sungai besar lainnya, sekitar 1,6% berada di bawah permukaan bumi, 0,001% di angkasa sebagai awan, uap, dan hujan.  Lautan menampung 97% air dan glasier, dan 2,4% es kutub. Sisanya berada di permukaan bumi berupa air, danau, dan empang, 0,6% dari total air di bumi dan air di angkasa. 

Di tengah vitalnya air bagi pelestarian dan stabilitas kehidupan di dunia, sekitar 699 juta orang di kawasan Asia Pasifik tidak memiliki akses air minum yang aman dan sehat pada tahun 2002. Begitu isi laporan Bank Pembangunan Asia (ADB) dengan judul ‘Asia Water Watch 2015’ tahun 2006. Laporan ini merupakan hasil kajian bersama ADB dengan UNDP, UNESCAP dan World Health Organization (WHO).  

Berbagai riset belakangan ini menunjukkan bahwa ada korelasi sangat jelas antara akses rakyat ke air bersih dan GDP per kapita.   Beberapa peneliti air dunia juga memperkirakan bahwa tahun 2025, lebih dari separuh penduduk dunia akan mengalami kekurangan air.  Sebuah laporan penelitian air November tahun 2009 menyatakan bahwa pada tahun 2030, di beberapa negara berkembang, kebutuhan air akan melampaui kemampuan pasokan air sekitar 50%. 

Melihat perkembangan tersebut di atas, melalui tulisan ini, penulis hendak memaparkan analisis tentang tiga nilai strategis air untuk bidang pertahanan dan keamanan negara RI saat ini dan masa-masa datang. Yakni nilai air yang mesti dikelola dalam rangka memelihara stabilitas ekosistem, kesehatan publik, kecerdasan bangsa, dan nilai investasi air untuk memajukan kesejahteraan umum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Penulis menggunakan falakh kimia-fisika untuk menganalisis nilai strategis air saat ini dan masa-masa datang. Artinya, nilai sosial dan nilai ekonomis air lebih dilihat sebagai turunan dari nilai kimiawi, biologi dan fisika dari air untuk kehidupan manusia dan tata kehidupan di dunia. Asumsi dasarnya bahwa air adalah komponen sangat esensial dan fundamental bagi stabilitas kehidupan manusia dan tata kehidupan di planet bumi. Oleh karena itu, air tentu saja merupakan zat esensial dan fundamental untuk kehidupan rakyat dan lingkungannya pada suatu negara, tidak terkecuali NKRI. Dalam hal ini, pemahaman, penjabaran, dan pemanfaatan “sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta” yang dianut dalam Pasal 30 ayat (2) UUD 1945 hasil amandemen tahun 2000, menggunakan pendekatan ilmu biologi, fisika, dan kimia.  

Stabilitas Ekosistem

Para pendiri Negara RI tahun 1945 melalui UUD 1945, telah mengakui dan merumuskan dengan sangat jelas dan tepat nilai strategis air untuk pertahanan dan keamanan negara (Hankamneg) dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945. Bunyinya : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” MPR RI hasil Pemilu tahun 1999, tidak mengamandemen pasal ini.

Memasuki abad 21, wakil-wakil rakyat negara RI di DPR RI merumuskan nilai strategis air sebagai sumber daya yang harus dikelola oleh Negara dan adanya partisipasi dari rakyat. Melalui UU No. 7 Tahun 2003 tentang Sumber Daya Air, DPR RI (kewenangan DPR membuat UU menurut Pasal 20 UUD 1945) dan Presiden RI (hak Presiden mengajukan RUU menurut Pasal 5 ayat 1 UUD 1945) sepakat merumuskan bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam segala bidang.

Karakter berpikir manusia dapat dipengaruhi oleh air. Sebab karakter berpikir manusia dapat mencapai keseimbangan satu sama lain dan saling sesuai satu sama lain karena air. Untuk terciptanya saling kesesuaian dan keseimbangan pola berpikir antara si A dengan si B, misalnya, secara alamiah nilai massa A dan B mesti sama karena faktor air yang ada atau masuk ke dalam tubuh si A dan si B. Jika tidak ada perubahan ke nilai massa yang sama, maka tidak tercapai pola pikir yang sama atau seimbang dan saling sesuai satu sama lain.  

Akibat dari perbedaan nilai massa dan komposisi air dalam tubuh manusia (idealnya 70%) tersebut di atas, timbullah perbedaan pola berpikir satu sama lain di dalam keluarga, masyarakat, antara kelompok masyarakat, hingga rakyat dalam suatu negara. Risikonya ialah konflik karena perbedaan pandangan. Ini salah satu nilai air di bidang ipoleksusbudhankamnas. Idealnya, komposisi air dalam tubuh manusia berkisar 70% agar tercapai keseimbangan pola pikir, keharmonisan satu sama lain dan dengan lingkungannya, kedamaian dalam diri masing-masing, dan kekebalan tubuh stabil.

Secara biologis, air memiliki banyak komponen yang sangat penting bagi perkembangan kehidupan yang membedakan air dari zat-zat lain. Misalnya, air dapat memungkinkan senyawa organik (organic compounds) agar bereaksi menghasilkan suatu replikasi (replication). Semua jenis kehidupan di planet bumi yang dapat diinderai bergantung pada air. Air sangat penting baik sebagai pelarut sehingga banyak zat terlarut dalam tubuh manusia. Karena itu, air merupakan bagian esensial bagi banyak proses metabolisme   dalam tubuh kita.

Metabolisme merupakan serangkaian reaksi kimia yang sangat penting bagi organisme kehidupan atau zat hayat untuk mempertahankan kehidupannya. Proses ini memungkinkan setiap organisme hidup tumbuh, lahir atau melahirkan, mempertahankan struktur zat hayatnya, dan merespons lingkungan kehidupannya. Metabolisme biasanya dibagi ke dalam dua kategori yakni katabolisme dan anabolisme. Katabolisme memecah bahan organik untuk menghasilkan energi dalam rangka respirasi selular. Sedangkan anabolisme menggunakan energi untuk membangun komponen-komponen sel seperti protein dan asam nukleat (nucleic acids). 

Metabolisme adalah hasil jumlah total anabolisme   dan katabolisme.  Dalam proses anabolisme, air akan diubah dari molekul-molekul (melalui energi yang membutuhkan reaksi kimia enzimatik) untuk menumbuhkan molekul-molekul lebih besar (misalnya pati, trigliserida dan protein penyimpan bahan bakar dan informasi). Sedangkan melalui proses katabolisme, air melarutkan ikatan-ikatan komponen zat untuk menghasilkan molekul lebih kecil (misalnya glukosa, asam lemak dan asam amino sebagai bahan bakar energi atau keperluan lainnya.) Tanpa air, proses metabolisme dalam zat hayat seperti manusia dan hewan tidak dapat terjadi.

Peran air juga sangat fundamental dalam proses fotosintesis dan respirasi. Sel-sel fotosintesis menggunakan energi matahari untuk memisahkan hidrogen dari oksigen. Hidrogen digabungkan dengan CO2 (yang diserap dari udara atau air) untuk membentuk glukosa dan melepaskan oksigen. Semua sel hidup menggunakan bahan bakar tersebut dan mengoksidasi hidrogen dan karbon untuk menyerap energi matahari dan mengubah air dan CO2 dalam proses respirasi selular. Air juga sangat penting untuk menetralkan asam-basis dan fungsi enzim. Asam, donor ion hidrogen (H +, yaitu sebuah proton), dapat dinetralisir oleh suatu basis,  suatu akseptor proton seperti ion hidroksida (OH-) untuk membentuk air. Air bersifat netral, dengan pH (log negatif dari konsentrasi ion hidrogen) dari 7. Asam memiliki nilai pH kurang dari 7, sedangkan basis-basis memiliki nilai lebih besar dari 7.

Nilai strategis air untuk stabilitas dan pelestarian tata kehidupan juga mudah dipahami dari sudut pandang fisika. Air di alam selalu memiliki beragam bentuk dasar yaitu uap dan awan di langit, es di kutub, glasier dan sungai di gunung-gunung, dan cair di tanah. Jika tekanan dan suhunya tinggi, seperti pada bagian-bagian dalam planet raksasa, air menjadi air ion (ionic water) di mana molekul-molekul air menjadi ion O2 (oksigen) dan hidrogen. Bahkan pada level tekanan lebih tinggi air menjadi superionic water sehingga ion hidrogen mengambang bebas pada kisaran tertentu di dalam kisi oksigen. 

Air menjadi cair pada level tekanan dan suhu tertentu. Air tidak berasa dan tidak berbau. Warna air amat agak rona biru, meskipun air juga tampak tidak berwarna jika jumlahnya kecil. Uap air terlihat seperti gas.   Air transparan dalam spektrum penglihatan yang elektromagnetik. Karena itu, hewan (peliharaan) air dapat hidup dalam air karena cahaya matahari menembus dan mencapai zat hayat itu. Sinar infrared dan ultraviolet sangat kuat diserap.

Karena molekul air tidak linier dan atom oksigen memiliki elektronegativitas lebih tinggi daripada atom hidrogen, maka air membawa muatan sedikit negatif. Atom-atom hidrogrennya bermuatan positif. Akibatnya, air merupakan satu polar molecule dengan suatu electrical dipole moment. Air juga dapat membentuk ikatan-ikatan hidrogen antar-molekul. Faktor-faktor ini menghasilkan daya tarik yang kuat antara molekul air dan ketegangan permukaan air yang tinggi serta daya-daya kapiler.   Aksi kapilar air ini membuat air cenderung atau dapat meluap dan mampu melawan kekuatan gravitasi.

Air adalah pelarut di tata-kehidupan planet bumi, sehingga air disebut “the universal solvent”. Zat-zat larut dalam air seperti garam, gula, asam, gas-gas (seperti oksigen, karbon-dioksida), dan alkalis. Sedangkan zat yang sulit larut dalam air antara lain minyak-minyak, kacang-kacangan, lemak, dan lain-lain. Semua komponen utama dalam sel-sel seperti protein, DNA, dan polisakarida dapat dilarutkan oleh air.

Air sedikit memiliki kemampuan menghantar arus listrik. Namun, kemampuan air menghantar arus listrik tinggi jika dimasukkan larutan sejumlah kecil material ionik seperti klorida sodium ke dalam air.  Air dapat dicampur dengan banyak cairan, seperti etanol, yang membentuk cairan homogen tunggal. Di sisi lain, sebagian besar minyak dan air juga sulit bercampur.  Sebagai gas, uap air sama sekali tidak bercampur dengan udara. Air membentuk satu azeotrope dengan banyak pelarut lainnya. Melalui suatu proses elektrolisis, air dapat dipecahkan menjadi hidrogen dan oksigen.

Air bukanlah bahan bakar (fuel). Air adalah produk akhir dari pembakaran hidrogen. Energi yang dibutuhkan untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen melalui elektrolisis atau cara lain yang lebih besar daripada energi yang bisa dikumpulkan saat hidrogen dan oksigen senyawa lagi.  Elemen yang lebih elektropositif dari hidrogen, seperti lithium, natrium, kalsium kalium, dan cesium, memincahkan hidrogen dari air, membentuk hidroksida. Karena menjadi gas yang mudah terbakar, hidrogen ini berbahaya dan reaksi air dengan unsur elektropositif dari elemen-elemen ini dapat meledak lebih keras.

Secara filosofis dan metafisika, peran air untuk stabilitas dan pelestarian ekosistem selama ini, sebetulnya telah lama menjadi obyek kajian sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Misalnya, air adalah satu dari elemen-elemen klasik yang menjadi obyek kajian para filsuf zaman kuno seperti di Yunani, Panchamahabhuta di India, dan Wu Xing di Cina. Sedangkan dalam tradisi-tradisi esoterik kontemporer, air umumnya dikaitkan dengan kadar atau kualitas intuisi dan emosi manusia.

Banyak filsuf, ahli astrologi, falakh, fisika, dan kimia, meyakini sejumlah elemen klasik yang merefleksikan komponen-komponen dasar dan prinsip pokok dari tata alam semesta ini dan bahkan asal-usul dari kekuatan yang kelihatan di alam semesta. Elemen klasik itu antara lain air, api, logam, tanah, langit, bumi, laut, udara, angin, kayu, dan eter seperti disajikan tabel berikut.

Tabel. Elemen-Elemen Klasik dan Air
No    Hitungan    Air    Api    Logam    Tanah    Kayu    Bumi    Laut    Eter    Angin    Langit    Udara
1    Babilonia    -    -    -    -    -    Bumi    Laut    -    Angin    Langit    -
2    Yunani    Air    Api    -    -    -    Bumi    -    Eter    -    -    Udara
3    Mah?bh?ta    Air    Api    -    -    -    Bumi    -    Eter    Angin    -    Udara
4    Wuxing (Cina)    Air    Api    Logam    -    Kayu    Bumi    -    -    -    -    -
5    Godai (Jepang)    Air    Api    -    -    -    Bumi    -    -    Angin    -    Udara
6    Bön (Tibet)    Air    Api    -    -    -    Bumi    -    -    -    -    Udara
7    Abad Tengah *)    Air    Api    -    -    -    Bumi    -    Eter    -    -    Udara

Catatan : *) Alkemi abad pertengahan juga memasukkan elemen sulfur, garam, dan merkuri.
    
Filsuf Aristoteles asal Yunani menambahkan elemen eter sebagai saripati dari elemen-elemen lainnya. Sebab api, bumi, udara, dan air bersifat duniawi dan sementara. Sedangkan tidak ada perubahan di langit, bintang-bintang tidak dapat dibuat dari salah satu dari empat elemen itu, tetapi harus dibuat dari zat berbeda, tidak dapat diubah dan zat berasal dari langit.   Konsep lima elemen klasik juga ditemukan dalam filsafat India. Ada elemen esoterik yang material dan ada elemen yang tidak esoterik, yakni elemen kelima. Pandangan lima elemen serupa juga lahir di Cina dan Jepang. Seperti terlihat pada tabel di atas, umumnya filsafat berbagai wilayah di dunia meyakini peran penting dan esensial dari air untuk stabilitas tata-kehidupan di planet bumi.

Nilai Strategis Air Sehat

Kesehatan orang per orang dan masyarakat juga sangat ditentukan oleh kadar air sehat dalam tubuh seseorang atau masyarakat yaitu komposisi 70% tubuh seseorang mesti terdiri dari air. Dengan komposisi seperti ini, seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai virus, sakit, dan penyakit. Selain itu, dengan komposisi seperti itu, pola pikir seseorang akan stabil, hamonis dan damai dalam diri, dengan sesama dan lingkungannya.

Selain itu, komposisi air sehat sekitar 70% ada dalam tubuh seseorang memungkinkan tubuhnya imun terhadap serangan virus—termasuk virus HIV/AIDS. Oleh karena itu, pencegahan dan pemulihan korban virus HIV/AIDS, yang paling mungkin ialah menggunakan air sehat—yang lazim disebut juga “air halus” atau “air gelombang”. Karena Acquired immune deficiency syndrome atau acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah penyakit menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh virus human immunodeficiency virus (HIV).  

AIDS sekarang menjadi pandemik   di seluruh dunia, termasuk di NKRI. Menurut data AVERT, pada tahun 2009, di seluruh dunia sekitar 33,3 juta orang hidup dengan HIV/AIDS, 2,5 juta orang telah terinfeksi virus HIV per tahun dan 1,8 juta orang meninggal karena AIDS.   Sedangkan data UNAIDS tahun 2009 menyatakan bahwa di seluruh dunia sekitar 60 juta orang telah terinfeksi HIV dan sekitar 25 juta orang meninggal.   HIV/AIDS mempengaruhi pertumbuhan ekonomi karena mengurangi produktivitas dan merapuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) suatu keluarga, masyarakat, dan negara. 

Saat ini, seakan telah menjadi satu posulat bahwa hanya vaksin dapat menghentikan pandemik HIV/AIDS. Karena vaksin kurang mahal dan mudah dibeli oleh penderita di negara-negara berkembang serta tidak harus dikonsumsi setiap hari. Namun, setelah 30 tahun riset sampai hari ini, HIV-1 masih sulit diredam oleh sebuah vaksin.   Di sisi lain, secara alamiah, sebetulnya air sehat dalam tubuh seseorang dapat mengencerkan adrenalin dan menciptakan sistem kekebalan tubuhnya. Karena adanya air dalam tubuh manusia, maka manusia secara alamiah dapat memulihkan kesehatannya sendiri (self-healing).   Contohnya, air sehat dapat mengobati pecandu narkotika. Karena air sehat akan masuk dan mudah bersenyawa dengan zat manusia (pengguna narkotika) yang menghasilkan kekebalan tubuh dan menolak zat yang tidak boleh aktif dalam tubuhnya. Zat-zat yang tidak boleh aktif dalam tubuh manusia misalnya zat racun dan segala jenis zat kimia narkotika.

Maka air sehat dapat menyembuhkan pengguna narkotika dan pasien HIV/AIDS. Rumus air sehat untuk penyembuhan penderita HIV/AIDS dan narkotika ini agak panjang yang merupakan turunan dari falakh tentang zat hayati atau zat hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan.   Cara kerjanya yakni kadar air sehat harus diproses agar dapat menembus nukleus atau inti zat/sel. Air sehat langsung mentralisir HIV/AIDS. Untuk mudahnya, air sehat dapat dimasukkan melalui jarum suntik infus.  
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis, semisintetis maupun derivatifnya, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.  Untuk mengatasi ketergantungan pada zat narkotika, korban perlu mengkonsumsi air sehat atau air halus.

Zat narkotika mula-mula diriset oleh dokter Galen (Γαλην?ς, Gal?nos) asal Yunani sekitar abad 2 Sebelum Masehi (SM). Sedangkan istilah ‘narkotika’ dari kata Yunani ναρκωσις (narkosis) mula-mula ditemukan dan dipakai oleh dokter Hippocrates (?πποκρ?της; Hippokrát?s) asal Yunani sekitar abad 5 SM.   Kemudian sejak era Galen dan Hippocrates sampai hari ini, narkotika digunakan untuk pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Negara RI, hal ini diatur dalam Pasal 7 dan 13 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Bahwa narkotika hanya dapat digunakan (memperoleh, menanam, menyimpan) untuk pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Air minum sehat, khususnya air halus atau air gelombang, sangat penting bagi manusia dan kehidupan lainnya di bumi. Meskipun belakangan ini ada perkiraan bahwa akses ke air bersih dan aman kian meningkat di bebagai belahan dunia, namun perkiraan lain menyatakan bahwa di tahun 2025 lebih dari separuh penduduk dunia akan mengalami kesulitan air. 

Di beberapa belahan dunia, air semakin langka. Karena itu, kekurangan air menjadi masalah sosial-ekonomi. Belakangan ini, sekitar 1 (satu) miliar penduduk dunia secara rutin minum air tidak sehat.   Kualitas air yang kurang sehat dan kurang bersih serta buruknya sanitasi memicu berbagai risiko bagi manusia. Sekitar 5 juta orang meninggal per tahun karena minum air yang tercemar polusi. Menurut World Health Organization (WHO), air yang sehat dan aman dapat mencegah meninggalnya 1,4 juta anak akibat dearhea per tahun.  

Gambar. Peta Pepolasi Pengguna Air Berkualitas
 
Kualitas air dan fraksi populasi yang menggunakan sumber-sumber air berkualitas per negara. Populasi penguna air berbanding dengan prosentase jumlah penduduk. Hijau : 100-95; kuning 75-94.9; merah: 74.9 dan di bawahnya. (Sumber : UNDP, 2006)

Air minum bersih sangat esensial bagi manusia dan zat hayat lainnya. Karena itu, rakyat dan Pemerintah di berbagai belahan dunia terus berupaya untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.       Air yang cocok untuk konsumsi manusia selalu disebut air minum (potable water). Air yang tidak boleh diminum dapat dibuat agar dapat diminum oleh manusia melalui berbagai cara misalnya filtrasi atau distilasi atau metode-metode lainnya. Sedangkan air yang tidak layak minum, tetapi tidak berbahaya bagi manusia untuk dipakai mandi atau berenang biasanya disebut air aman (safe water).

Klorin merupakan iritan kulit dan selaput lendir yang digunakan untuk membuat air aman untuk mandi atau minum. Penggunaannya sangat teknis dan biasanya diawasi oleh peraturan pemerintah (biasanya 1 bagian per juta (ppm) untuk air minum, dan 1-2 ppm klorin belum bereaksi dengan kotoran untuk air mandi). Air mandi dapat dipertahankan dalam kondisi mikrobiologis yang nyaman dengan menggunakan disinfektan seperti klorin atau ozon atau dengan menggunakan sinar ultra violet.

Di Amerika Serikat (AS), air tak layak minum berbentuk air buangan dari manusia yang lazim disebut “greywater”, dapat dibersihkan dan disehatkan sehingga air itu dapat dipakai lagi untuk minum. Sedangkan air hitam (blackwater) yang umumnya mengandung kotoran dan bentuk lain dari limbah memerlukan pembersihan dan penyehatan khusus sehingga dapat dipakai oleh manusia lagi untuk mandi atau mencuci. Di AS, “Greywater” terdiri 50-80% berasal air buangan rumah tangga yang dihasilkan oleh peralatan sanitasi rumah tangga (sink, mandi dan air dapur, bukan toilet yang menghasilkan blackwater.) Istilah-istilah ini mungkin memiliki arti yang berbeda di negara lain dan budaya.
Di sejumlah zona dunia saat ini, sumber air alamiah semakin langka dan ketersediaan dan pasokan air memicu masalah serius di bidang sosial dan ekonomi. Saat ini, sekitar 1 (satu) miliar manusia di dunia secara rutin tidak minum air sehat. Karena itu, sebagian besar Pemerintah berbagai negara menerima proposal pengurangan separuh jumlah orang yang tidak mendapat akses dan pasokan air aman, air sehat dan sanitasi itu pada tahun 2015. Ini salah satu rekomendasi 2003 G8 Evian Sammit. 

Bahkan jika target itu sulit terpenuhi, maka akibatnya lebih dari satu setengah miliar orang diperkirakan tanpa akses ke air minum yang aman dan lebih dari satu miliar orang tanpa akses ke sanitasi yang memadai. Rendahnya kualitas air dan sanitasi buruk dapat menimbulkan korban jiwa tidak kecil. Sekitar lima juta orang meninggal di seluruh dunia per tahun yang disebabkan oleh air minum yang tercemar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa air bersih bisa mencegah 1,4 juta anak meninggal karena diare setiap tahun. 

Di sisi lain, air memang merupakan sumber tidak terbatas, karena curah hujan tinggi dan lain-lain masih lebih tinggi dari level konsumsi manusia. Namun, air sehat, air aman, dan air bersih semakin sulit diperoleh. Sebab jumlah cadangan air di bumi untuk melayani kebutuhan minum manusia relative kecil,  yakni sekitar 1% dari pasokan air minum kita, yang diisi kembali pada akuifer kira-kira setiap 1 sampai 10 tahun. Jumlah ini merupakan sumber energi yang tidak terbarukan. Dalam hal ini, lebih tepatnya, distribusi air minum dan irigasi yang langka, bukan jumlah cadangan air sebenarnya di bumi.

Negara-negara miskin air mengimpor barang-barang sebagai cara pokok mengimpor air untuk dapat dikonsumsi oleh penduduknya. Karena kesulitan produksi air minum. Sementara di Negara-negara berkembang, sekitar 90% air buangan (wastewater) masih dibiarkan mengalir ke sungai-sungai dan selokan penduduk tanpa upaya sanitasi.   Sekitar 50 negara atau sekitar sepertiga dari populasi dunia, juga menderita kekurangan air, dan 17 negara di antaranya mengekstrak air per tahun karena tidak terjadi pasokan air melalui siklus air alamiah.  

Nilai Strategis Investasi Air

Salah satu laporan penelitian tentang air pada bulan November tahun 2009 menyebutkan bahwa pada tahun 2030, beberapa negara berkembang akan mengalami lonjakan permintaan dan pasokan air sebesar 50%.   Di sisi lain, air memainkan peran penting dalam tata-ekonomi dunia, karena fungsinnya sebagai pelarut banyak zat kimiawi, transportasi, dan mendukung industri lainnya. Sekitar 70% air segar dikonsumsi oleh sektor pertanian. 

Selama ini, ADB mendorong sektor swasta dan Pemerintah untuk berinvestasi di bidang air minum, khususnya untuk rakyat yang paling miskin yang membutuhkan air dan sanitasi. ADB juga melakukan analisis biaya bahwa berinvestasi di sektor air menghasilkan untung besar. Setiap dollar AS yang diinvestasikan dalam bidang air dan sanitasi bagi kaum miskin akan memperoleh enam dollar AS

Gambaran investasi di sektor air saat ini cukup menarik. Jika kita hanya berinvestasi untuk memenuhi persyaratan minimum penyediaan air sehat dan sanitasi menurut dprogram Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)-- Millennium Development Goal (MDG) Target 10—nilai ekonomisnya dapat mencapai 54 miliar dollar AS. Begitu salah satu hasil kajian dari Arjun Thapan, penasihat senior bidang infrastruktur dan air untuk ADB tahun 2009.

Arjun Thapan menambahkan bahwa jika investor atau pengusaha air melakukan investasi melebihi Millennium Development Goal (MDG) Target 10, nilai ekonomisnya jauh lebih besar, bahkan dapat mencapai 241 miliar dollar AS. Perhitungan ADB ini merupakan hasil analisa cost-benefits atas setiap aliran investasi di bidang air, sanitasi, pipanisasi air ke rumah-rumah, pengolahan limbah air, dan sebagainya untuk masyarakat. 

Pilihan ketiga ialah nilai investasi hanya sebesar 8 miliar dollar AS setiap tahun untuk sektor air dan sanitasi guna memenuhi standar Millennium Development Goal (MDG) Target 10, maka profit dan benefitnya dapat mencapai 54 miliar dollar AS. Saat ini tentu saja sangat sedikit investasi yang dapat menghasilkan nilai profit dan benefit sebesar ini. Jika ada kesalahan dalam perhitungan ini, maka sumbernya ialah penggunaan air yang tidak efisien, baik oleh rumah-tangga maupun perusahaan. Pemerintah dan sektor swasta dapat bekersama untuk menghasilkan efisiensi tata-kelola air secara efisien, aman, bertanggungjawab, dan ramah-lingkungan.

Pasokan air di kawasan Asia Pasifik selama ini sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian. Pasokan air berkurang dapat dipengaruhi oleh sektor ini. Efisiensi penggunaan air untuk sektor pertanian tidak hanya bermanfaat menjamin keamanan pasokan air, juga keamanan pasokan manakanan untuk masyarakat. Model yang layak ditiru ialah program Sustainable Agricultural Initiative (SAI) dan Coffee-Based Sustainable Farming System (CBSFS) dari Nestlé di Filipina awal abad ini. Manfaatnya tidak hanya untuk petani, tetapi juga bisnis, Pemerintah, lingkungan.

Gambar 2 : Oasis Ubari dengan sistem vegetasi di Libia (Foto : Sfivat, 2005)
 
Di negara-negara berkembang, 90% dari semua air limbah masih mengalir ke sungai-sungai lokal dan kali.  Sekitar 50 negara dengan jumlah penduduk sekitar 1/3 dari total penduduk dunia, juga mengalami kesulitan air.  Kondisi ini membuka peluang bagi pengembangan investasi dan indusri air serta jasa sektor air lainnya untuk rumah tangga dan industri non-air. Banyak fasilitas pasokan air perlu dibangun seperti tangki air panen untuk sumur, sistem pasokan air, fasilitas untuk memurnikan air, tangki air, menara air, termasuk saluran pipa air hujan, dan generator air lainnya.

Industri air dapat menyediakan jasa air minum dan jasa-jasa layanan air limbah (termasuk pengolahan limbah) untuk rumah tangga dan industri. Sedangkan industri fasilitas penyediaan air termasuk sumur air untuk air tangki air hujan, jaringan air, fasilitas pemurnian air, tangki air, menara air, pipa air termasuk saluran air lama. Generator air atmosfer juga kini sedang dikembangkan. Berkaitan dengan kemajuan teknologi, meningkatnya kebutuhan air, dan perubahan iklim—khususnya pemanasan global dewasa ini, untuk mengatasi ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang semakin meningkat, sumber daya air harus dikelola dengan memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi secara selaras, Selain itu, bagi rakyat dan Pemerintah Negara RI, pengelolaan sumber daya air perlu diarahkan untuk mewujudkan sinergi dan keterpaduan yang harmonis antarwilayah, antarsektor, dan antargenerasi. 

Pasal 4 UU No. 7 Tahun 2003 tentang Sumber Daya Air menyatakan bahwa Sumber daya air mempunyai fungsi sosial, lingkungan hidup, dan ekonomi yang diselenggarakan dan diwujudkan secara selaras. Nilai strategis air bagi Hankamneg sangat jelas pula dalam UU ini. Misalnya, Pasal 6 UU No. 7 Tahun 2003 menyatakan bahwa sumber daya air dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Hal ini senafas dengan bunyi Pasal 33 UUD 1945 ayat (3) : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air di Negara RI antara lain diatur dalam Pasal 9 ayat (1) UU No. 7 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa “Hak guna usaha air dapat diberikan kepada perseorangan atau badan usaha dengan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.” Pasal 6 ayat 2 UU No. 7 Tahun 2003 juga mengakui hak-hak ulayat masyarakat hukum setempat dan hak serupa dengan itu di berbagai wilayah Negara RI sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan peraturan perundang-undangan.

Melihat besarnya nilai strategis air, akyat dan Pemerintah Indonesia perlu menjaga agar komposisi air tetap berada di level 70% di wilayah NKRI dengan merawat hutan-hutan dan sekitar 70% air ada dalam tubuh seseorang. Meskipun hal ini mensyaratkan konsumsi air sehat bergelombang atau air halus bukan air kasar yang memicu lonjakan endapan zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh, mengurangi sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi pola berpikirnya. ***

 

Risk Consulting Group, Jakarta

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita