• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Risiko Sakit Akibat Rapuhnya Ekosistem

Dr Samuel S. Myers Istimewa

Kegiatan-kegiatan manusia akhir-akhir ini merapuhkan daya-tahan dan daya-sangga alam. Hal ini memicu risiko terhadap kesehatan dan keamanan generasi umat manusia saat ini dan masa datang akibat degradasi sumber-sumber alam dan sistem ekologi. Misalnya, kemerosotan hewan penyerbuk seperti lebah dan insekta memicu rapuhnya daya-tahan manusia akibat vitamin A naik dan kadar folid-acid rendah dalam tubuh (folate-deficiency) serta lonjakan sakit seperti sakit jantung, stroke dan jenis kanker tertentu di negara industri maju dan negara berkembang. Begitu hasil riset ahli insekta Dr Samuel S. Myers dari Harvard T. H. Chan School of Public Health, Amerika Serikat, dan koleganya pada Komisi The Rockefeller Foundation-Lancet Commission on Planetary Health yang terdiri dari 15 ahli dan pimpinan sejumlah lembaga dari 8 negara. Komisi ini dipimpin oleh Profesor Sir Andy Haines dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris. Hasil riset dan kajian ini dirilis oleh The Lancet Global Health edisi awal Juli 2015. (The Lancet Global Health/Rockefeller Foundation/Science Daily/SP) (Foto : Profesor Sir Andy Haines; sumber : University College London, 2011)

The Lancet Global Health edisi awal Juli 2015

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita