• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Risiko Kurangnya Kandungan Seng Pada Makanan

Professor Sir Andy Haines Istimewa

Kurangnya kandungan seng (zinc) pada tanaman pangan utama saat ini memicu risiko baru terhadap daya-tahan dan kesehatan 132-180 juta penduduki di seluruh dunia. Risiko kurangnya seng ini terutama bakal terjadi sekitar tahun 2050. Kurangnya kandungan seng pada tanaman pangan utama disebabkan oleh lonjakan konsentrasi CO2 pada atmosfer. Begitu hasil riset Dr Samuel S. Myers dari Harvard T. H. Chan School of Public Health, Amerika Serikat dan koleganya pada Komisi The Rockefeller Foundation-Lancet Commission on Planetary Health yang terdiri dari 15 ahli dan pimpinan sejumlah lembaga dari 8 negara. Komisi ini dipimpin oleh Professor Sir Andy Haines dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris. Hasil riset dan kajian ini dirilis oleh The Lancet Global Health edisi awal Juli 2015. Risiko lanjutan kurangnya kandungan seng pada makanan utama ialah ratusan ribu orang bakal meninggal prematur karena wabah infeksi dan rapuhnya fungsi imun tubuh. Komisi ini mendesak agar pimpinan negara-negara di seluruh dunia segera memulihkan atau menyehatkan dan melestarikan ekosistem planet bumi. (The Lancet Global Health/Bio Portofolio/Science Daily/SP) (Foto : Professor Sir Andy Haines; sumber: Open Science World, 19/1/2015)

The Lancet Global Health

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita