• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Rugi US$ 500 Miliar Akibat Kelangkaan air Bersih dan Banjir

Dr Dustin Evan Garrick Istimewa

By: Servas Pandur

Biaya investasi dengan modal sendiri air bersih dan sanitasinya di seluruh dunia tahun 2015 berkisar $ 114 miliar per tahun. Kerugian akibat kekurangan air, pasokan air bersih dan sanitasi yang tidak memadai dan banjir berkisar  $ 500 miliar (AS) per tahun. Bank Dunia (Oktober 2017) menunjukkan risiko akibat kelangkaan  air yakni kekeringan di kota-kota dunia empat kali lebih besar daripada banjir, dan kekeringan pedesaan di Afrika, misalnya, dapat memicu mata-rantai perampasan dan kemiskinan lintas-generasi. Begitu hasil riset sejumlah ahli pada Univeritas Oxford, Inggris. Menurut laporan World Economic Forum (2015), kekurangan pasokan air, banjir, dan polusi termasuk 5 (lima) ancaman serius dan laten di seluruh dunia awal abad 21. Awal 2017, Bank Dunia merilis prakarsa investasi air yang melampaui nilai jual-beli atau harga-harga semata. Para ahli asal Universitas Oxford (Inggris) merilis rancangan program kerja baru untuk investasi air dengan prioritas pengukuran, penilaian, trade-off dan lembaga pengelola air. Riset dan penyusunan kerangka kerja itu melibatkan sejumlah ahli seperti Dustin Garrick (Universitas Oxford), Co-author Richard Damania, Global Lead Economist, World Water Water Practice dan Co-Author Erin O 'Donnell, Universitas Melbourne (Australia).

 

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita