• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Eksplorasi Deposit Emas di Lapisan Mantel Bumi

Peridotit dari lapisan mantel dalam (hijau) yang tertutup lava (hitam) dari gunung berapi Patagonian, yang ditemukan oleh para peneliti (UGR, 2017) UGR, 2017

By: Servas Pandur

Sejumlah ahli pada University of Granada (UGR), seperti José María González Jiménez dari jurusan Mineralogi dan petrologi UGR, berupaya meneliti asal-usul emas.  Hasilnya, emas mencapi permukaan bumi dari zona terdalam di planet bumi karena gerakan internal perut bumi dan konsentrasi logam mulia. Bagian dalam bumi memiliki 3 (tiga) lapisan besar yakni kerak, mantel (lapisan pemisah inti dari kerak bumi pada kedalaman sekitar 17 km di bawah laut dan 70 km di bawah benua Amerika Serikat), dan inti bumi. Letusan gunung berapi membawa fragmen kecil atau xenolith dari lapisan mantel bumi ke permukaan bumi. Riset itu khusus meneliti xenolit. Penelitian ini dilakukan di Patagonia, Argentina, zona pertamakali emas ditemukan di Amerika Selatan pada kedalaman 70 km. Para ahli juga berbasal dari Cile, Australia, dan Perancis. Hasil riset itu dirilis oleh jurnal ilmiah Nature Communications edisi November 2017. Deseado Massif di Patagonia Argentina memiliki deposit emas karena sejarahnya yakni kira-kira 200 juta tahun silam ketika Afrika dan Amerika Selatan masih merupakan satu benua. Endapan emas terbentuk karena naiknya lapisan mantel ke kerak bumi. “Pergerakan lempengan tektonik pada lapisan-lapisan bumi memungkinkan sirkulasi cairan kaya logam melalui celah-celah, yang memicu logam emas naik ke permukaan,” papar González Jiménez. Hasil riset ini dapat memandu eksplorasi deposit emas hingga ke lapisan mantel, bukan semata-mata radiografi kerak bumi (Tassara, S.; González-Jiménez, J. M et al, 2017; Nature Communications, 8(1), 2017).