• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Konservasi Habitat Tingkatkan Daya-Tahan Tumbuhan dan Hewan

Laura Jurgens Istimewa

Kerapuhan dan kehancuran habit alam akhir-akhir ini mengurangi daya-tahan banyak spesies, termasuk manusia, terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Oleh karena itu, pemulihan dan pelestarian habitat alam dibangun untuk menjaga keragaman-hayati dan meningkatkan daya-tahan spesies terhadap pemanasan global dan perubahan iklim. Begitu hasil riset sejumlah ahli pada University of California, Amerika Serikat, terhadap spesies-spesies di sepanjang pantai karang Channel Islands, California, hingga Olympic National Park, Amerika Serikat,  yang dirilis oleh jurnal Ecology Letters akhir November 2017. Perairan dangkal dan satwa luat pada zona ini mengalami suhu lebih tinggi daripada zona jauh dari pantai. Sehingga satwa laut itu berisiko terhadap tekanan panas akibat pemanasan global (ZME Science, 2017; UPI, 22/11/2017).

Habitat alam ibarat “AC alamiah” yang membantu tanaman dan hewan melawan tekanan panas akibat perubahan iklim dan cuaca panas ekstrim. Misalnya, habitat alam padang rumput dan hutan hujan (rain-forest) membantu daya-tahan jutaan spesies lebih kecil terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Begitu pula halnya pohon melindungi burung dan tupai; atau spesies-spesies seperti kerang dan rumput laut membentuk habitat alam bagi spesies-spesies pantai lainnya. Karena habitat alamnya dapat menurunkan suhu akibat pemanasan global sehingga tidak ada perbedaan tekanan atau suhu panas bagi makhluk laut di selatan California atau utara Washington, Amerika Serikat, karena adanya perlindungan dari habitat alamnya.  Oleh karena itu, upaya konservasi habitat alam sangat penting bagi penguatan daya-tahan tumbuhan dan hewan serta lestarinya keragaman-hayati di planet bumi.

Kita kurang menyadari betapa ketahanan ekosistem kita bergantung pada habitat-habitat alam,” papar Laura Jurgens, peneliti utama dalam riset ini pada UC Davis Bodega Marine Laboratory dan peneliti pasca-doktoral pada Temple University dan Smithsonian Institution, Amerika Serikat. Dalam penelitian ilmiah ini, Laura Jurgens dibantu oleh Brian Gaylord, profesor evolusi dan ekologi pada UC Davis, Amerika Serikat, dan didanai oleh National Science Foundation.

Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita