• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Alat Perekam Terkecil Dari Bakteri

Asisten Profesor Harris H. Wang Columbia University

Sejumlah peneliti pada Columbia University Medical Center  (CUMC), Amerika Serikat, telah mengubah sistem kekebalan alamiah bakteri, menjadi alat perekam data mikroskopis (moleculer tape recorder). Teknologi baru ini menggunakan sel-sel bakteri untuk diagnosa penyakit hingga pemantauan lingkungan. Para peneliti memodifikasi saring lab biasa mikroba usus manusia, Escherichia coli. Bakterinya dapat merekam interaksinya dengan lingkungan dan skala waktu peristiwanya.

Dengan merespons perubahan-perubahan kimiawi di sekitarnya dan “time-stamping” perubahan-perubahan itu dalam DNA, teknologi baru tersebut menjadi cepis pemantau yang hidup (living monitor devices) yang dapat digunakan dalam layar-layar teknologi kesehatan atau menganalisis polutan-polutan dalam ekosistem. Para ahli pada Columbia University Medical Centre mengkooptasi sistem pemotongan gen (CRISPR-Cas) dalam bakteri Escherichia coli, dengan memanfaatkan kemampuan alamiahnya mengingat informasi genetik dari virus-virus (Science Alert, 24/11/2017).

“Bakteri-bakteri itu, yang ditelan pasien, sangat mungkin dapat merekam perubahan-perubahan pada seluruh pencernaan, yang dulu sangat sulit terpantau,” papar peneliti utama Harris Wang, asisten profesor pada Department of Pathology and Cell Biology and Systems Biology pada University of Columbia, Amerika Serikat. Penelitian ini didanai oleh Department of Defense, Office of Naval Research National Institutes of Health, dan  Sloan Foundation di Amerika Serikat.  Hasil riset ini dirilis oleh jurnal Science edisi November 2017 (Ravi U. Sheth, et al, 2017).

Asisten Profesor Harris H. Wang dan sejumlah peneliti lain—Ravi U. Sheth, Sung Sun Yim, dan Felix L. Wu di laboratorium Columbia University Medical Center  (CUMC), Amerika Serikat, telah menciptakan perekam data mikroskopis dengan memanfaatkan CRISPR-Cas (Clustered regularly interspaced short palindromic repeats), sistem kekebalan terhadap unsur genetik asing pada banyak spesies bakteri (Redman M, et al, 2016; Barrangou R et al, 2007; Marraffini LA, et al, 2008).

CRISPR-Cas menyalin atau merekam bagian-bagian kecil DNA dari virus-virus penyerang. Sehingga, lokus CRISPR genome bakteri menghimpun rekaman kronologis virus-virus bakterial yang telah hidup dan bertahan. Ketika virus yang sama hendak menginfeksi lagi, sistem CRISPR-Cas dapat merekam dan menghancurkannya. Maka generasi bakteri berikutnya dapat lebih kuat menolak atau melawan patogen ini.

Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita