• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Gen Kedelai Protein dan Panen Tinggi

Uji-silang varietas kedelai di Urbana, Illinois, Amerika Serikat (Brian Diers, 2017) Brian Diers

Kedelai mengandung protein tinggi. Di seluruh dunia, hampir 98% bungkil kedelai dijadikan pakan ternak. Menurut Organisasi Pangan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), “Kedelai merupakan sumber protein nabati tinggi dan paling disukai untuk pakan ternak.” Brian Diers, peneliti di University of Illinois, Urbana-Champaign, Amerika Serikat, telah mengembang-biakan kedelai dengan konsentrasi protein lebih tinggi tanpa  secara signifikan menurunkan hasil panen (American Society of Agronomy, 2017).

Peneliti itu menguji gen yang dapat meningkatkan protein dengan mengkudu dua jenis kedelai berbeda. Konsentrasi protein kedelai dipengaruhi oleh banyak gen yang tersebar di tempat berbeda dalam DNA sel kedelai yang terstruktur dalam kromosom. Para peneliti melakukan eksperiman gen kromosom 15, yang sebelumnya terbukti mempengaruhi konsentrasi protein. Gen dengan protein tinggi dan tanpa gen protein tinggi ditumbuhkan oleh peneliti menjadi dua varietas kedelai dan menguji hasil konsentrasi protein dan hasil panennya.

Hasilnya, tanaman kedua varietas dengan gen protein tinggi  meningkatkan konsentrasi protein dan tidak mengurangi panennya. “Kami menemukan bahwa gen kromosom 15 konsisten meningkatkan konsentrasi protein,” papar  Diers. Gen kromosom 15 meningkatkan konsentrasi protein antara 8 -14 gram per kilogram kedelai. Sedangkan gen kromosom 20 meningkatkan konsentrasi protein, namun hasil panennya menurun. Hasil riset ini dirilis oleh Crop Science edisi November 2017. Biaya penelitian ini berasal dari dana hibah United Soybean Board, Amerika Serikat.

Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita