• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Koridor Laut RI Dari Maluku

Komarudin Watubun Staging-Point.com

       Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo merilis pidato di depan Pertemuan ke-29 para pemimpin forum ekonomi APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) di Intercontinental Peninsula Resort, Da Nang (Vietnam), Sabtu, 11 November 2017 bahwa laut harus menjadi pusat pembangunan ekonomi inklusif dan terbuka APEC di zona lautan terluas dunia, Samudera Pasifik (Setneg RI, 11/11/2017).

      Sejak akhir 1980-an, pusat gravitasi ekonomi dunia bergerak ke zona APEC yang terdiri dari 21 kelompok ekonomi yang memutar 60% PDB (produk domestik bruto) dunia. Selama ratusan tahun hingga akhir abad 18 M, pasokan komoditi kualitas terbaik dunia—khususnya rempah-rempah seperti lada, pala, cengkeh, dan cendana—dipasok dari zona Maluku, Papua, dan NTT.

      Ketiga zona ini adalah patokan lahirnya peradaban maritim berbasis benteng dan pelabuhan yang dibangun oleh Portugal dari Azores (1427) hingga Serao di Maluku dan Nagasaki di Jepang (1575). Maka kini tiba saatnya, basis koridor laut Negara RI guna masuk ke Asia Timur, Asia Selatan, Pasifik, dan Asia Tenggara dimulai dari Maluku dan sekitarnya sebagai produsen dan penyedia komoditi, mineral strategis, dan sumber energi lainnya sejak awal abad 21.

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita