• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Indonesia Timur Titik Utama Ekonomi RI

  • (STAGING-POINT.COM, 7 DESEMBER 2017) In Buku
Marwan Jafar & Komarudin Watubundi Bentara Budaya Palmerah, Jakarta, Selasa (28/11/2017). (Alfens Alwino, 2017)

       Kawasan Timur Indonesia merupakan “lumbung Asia” bahkan dunia di bidang komoditi, mineral strategis, dan sumber energi selama ratusan tahun, kini dan ke depan. Oleh karena itu, zona ini bakal titik utama pasokan dan penyedia kebutuhan ekonomi Asia Pasifik dan Dunia. Selain posisinya sangat strategis bagi Negara RI, juga karena sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

       Drs. Marwan Jafar, SH, MH menegaskan bahwa wilayah timur Negara RI, khususnya Maluku, NTT dan Papua, pernah menjadi pusat perdagangan di era kolonialisme abad 16-20 M. Kekuasaan Orde Baru yang mengubah titik di timur itu beralih ke barat dan membuat semuanya terpusat di barat RI.

       “Meletakkan kembali titik ekonomi di wilayah timur Indonesia adalah praktek keadilan. Masa wilayah timur yang punya kekayaan, tapi yang sejahtera adalah orang-orang di daerah lain,” kata Marwan Jafar, mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, usai acara launching buku “Maluku: Staging Point RI Abad XXI” di Bentara Budaya Kompas, Jakarta (28/11/2017).

       Marwan mengapresiasi buku yang ditulis Komarudin Watubun itu sebagai buku perjuangan untuk menegakkan kedaulatan ekonomi Negara RI, yang dapat dimulai dari kawasan timur Negara RI sejak awal abad 21.

       Kendati demikian politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan agar sumber daya alam yang di timur RI, harus dikelola dengan adil, bijak, dan cerdas, supaya tidak menjadi zona ajang konflik. Karena selama ini, zona-zona kaya sumber daya alam, termasuk zona timur RI, selalu rawan konflik baik skala lokal maupun internasional.

       “Titik pengelolaan ekonomi berbasis timur RI, mengharuskan orang-orang di timur menjadi tuan atas kekayaan mereka sendiri. Siapa pun kapitalis yang mau memonopoli sumber daya alam, harus dilawan,” tegas mantan Anggota DPR-RI tiga periode itu.

Oleh Alfens Alwino

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita