• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Ukuran Ikan Menyusut Ketika Suhu Lautan Naik

       Tubuh ikan Menhaden—ikan kulit perak dan ukuran kecil—di pantai Maine hingga Texas, Amerika Serikat, telah menyusut sekitar 15% selama 65 tahun terakhir. Menhaden mengisi ½ panen ikan di Pantai Meksiko dan Atlantik dengan total nilai sekitar 129 juta dollar AS tahun 2013. Burung, anjing laut, ikan paus, ikan bass bergaris dan hewan lainnya juga mengkonsumsi Menhaden. Belakangan ini ukuran Menhaden menyusut yang mempengaruhi mata-rantai pangan sepanjang Pantai Meksiko dan Atlantik. Begitu hasil riset Professor Dr. R. Eugene Turner dari Lousiana State University, Amerika Serikat, yang dirilis awal Oktober 2017 (Science Daily, 4/10/2017).

       Turner menghitung perubahan panjang dan berat ikan Menhaden dengan memakai data National Marine Fisheries Service (NMFS), Amerika Serikat. Periode 1955-2008, 495 ribu ikan Menhaden di Atlantik dikumpulkan oleh NMFS. Tahun 1964-2010, sekitar 510 ribu ikan Menhaden di Teluk Meksiko, dihimpun oleh NMFS. Dari data ini terlihat bahwa berat dan panjang ikan Menhaden (usia 3,4 dan 5 tahun) merosot. Misalnya, berat ikan Menhaden usia 4 tahun yang tertangkap tahun 2010, lebih kurang 11 persen dari berat ikan Menhaden yang tertangkap tahun 1987. “Perubahan-perubahan ini sangat berkaitan dengan lonjakan kenaikan suhu laut di air dan pantai. Ketika lautan dan atmosfer bumi semakin panas, ukuran dan berat ikan Menhaden akan semakin kecil,” papar Turner (Geo: Geography and Environment, 2017).

       Ketika air laut semakin panas, ikan berdarah dingin membutuhkan banyak oksigen. Akibat perubahan iklim dan pemanasan global, antara lain, oksigen semakin berkurang di laut. “Fish, as cold-blooded animals, cannot regulate their own body temperatures. When their waters get warmer, their metabolism accelerates and they need more oxygen to sustain their body functions. There is a point where the gills cannot supply enough oxygen for a larger body, so the fish just stops growing larger,” papar Professor William Cheung pada University of British Columbia di Kanada, yang merilis hasil riset serupa pada Global Change Biology edisi Agustus 2017 (Global Change Biology, 2017; Science Daily, 2017/SP).

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita