• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Tata-Ulang Sikap Beradab Atasi Hoax & Ujaran Kebencian

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1438 H/2016 M Senin (19/12) di Istana Negara Setkab RI, 2017

       Tantangan Bangsa Indonesia ke depan adalah semakin sengitnya persaingan antar-bangsa dan negara di era globalisasi. Pilihan Bangsa Indonesia, menurut Presiden RI Joko Widodo, yakni bersatu dan bahu-membahu meraih cita-cita Republik Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, mandiri, berkepribadian, dan berkarakter (Humas Setkab RI, 2017).

       “Karena itu, mari kita bicara baik, Indonesia bicara baik. Kita promosikan keindahan alam Indonesia, kita promosikan kekayaan budaya Indonesia, kita promosikan keramah-tamahan masyarakat kita, Indonesia. Hindari ujaran kebencian,” papar Presiden RI Joko Widodo dalam sambutan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12/2017) malam.

       Menurut Dr. F. Budi Hardiman, faktor pemicu ujaran kebencian adalah masalah ekonomi-politik. Penebar kebencian, papar Hardiman pada sebuah Seminar yang diikuti para dosen di Jakarta pertengahan November 2017, dapat menggunakan sarana-sarana demokrasi terutama teknologi informasi dan media sosial untuk mencapai tujuan-tujuan anti-demokratis. Media-media sosial dipakai sebagai alat teror untuk mengubah sikap demokratis masyarakat. 

       Untuk mengatasi risiko sosial-ekonomi dari tindakan menebar kebencian dan hoax tersebut, menurut Budi Hardiman, perlu dibangun sivilisasi dengan menata-ulang sikap-sikap beradab yakni pertama, penataan komunikasi digital untuk mencegah pemakaian kekerasan verbal dan intimidasi kekerasan dalam demokrasi. Harus ada upaya-upaya penelitian untuk konstruksi baru etika komunikasi digital. 

Oleh Alfens Alwino

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita