• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Sekolah Kejuruan & Pelatihan Teknologi

Komarudin Watubun

       Sekolah Kejuruan & Pelatihan Teknologi. Dalam acara Pertemuan Bank Indonesia Tahun 2017 di Assembly Hall 1 dan 2 Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa malam 28 November 2017, Presiden RI Joko Widodo merilis rencana membangun sumber daya manusia (SDM) Negara RI, yang berbasis keahlian melalui pendidikan kejuruan, pelatihan vokasi, dan politeknik. (Setkab RI, 29/11/2017).

       Bagi Bangsa Indonesia, revolusi sains, teknologi, dan atom harus mewujudkan Pancasila sebagai dasar Negara-RI yang berkedaulatan Rakyat. Begitu pula pendidikan SDM untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa, harus mewujudkan Rakyat Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

Kita perlu belajar dari keberhasilan diversifikasi sekolah kejuruan (Vocational Supplementary School Regulations) Jepang (1893) dan sekolah magang (Apprentice School Regulations) Jepang (1894) untuk pendidikan industri. Sebelum Perang Dunia II, Kaisar Jepang merilis dekrit (kyôiku chokugo) pendidikan kode etik Rakyat Jepang, jiwa patriotisme, dan loyalitas kepada Kaisar dan negara Jepang.

Tahun 1899, Jepang menerapkan sekolah kejuruan industri, pertanian, komersial, maritim, dan keahlian praktis. Tahun 1993, Jepang merilis sekolah profesi (Senmon gakko) obat-obatan, farmakologi, hukum, engineering, dan komersial. Pemerintah menambah universitas imperial di Kyoto (1897), Sendai (1907), dan Fukuoka (1910) (Mehl, 2005:20-21). Hasilnya, hingga kini, Jepang adalah super-power sains, teknologi, dan atom di Asia, tradisi Jepang masih terawat dan lestari. 

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita