• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Sertifikasi Tanah Rakyat

Foto udara lahan kelapa sawit di Gabon, Afrika (John Poulsen /Duke University, 2016)

       Hari Jumat 24 November 2017, Presiden RI Joko Widodo membagi sertifikat hak atas tanah kepada 8.300 warga masyarakat di Lapangan Sepak Bola Alun-Alun T. Amir Hamzah Stabat, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara. Pemerintah berupaya menerbitkan total 126 juta sertifikat tanah Rakyat di seluruh Negara RI (Setkab RI, 25/11/2017).

       Sejak akhir abad 19 M, hanya Jepang melalui Restorasi Meiji, mencatat kisah sukses reformasi lahan (land-reform) yang memakmurkan Rakyat Jepang dan memperkuat pertahanan-keamanan Negara. Mula-mula Jepang mengarsipkan histori keluarga-keluarga Rakyat dan kepemilikan lahannya. Program ini merupakan praktek land-reform pertamakali sangat berhasil di Asia sampai hari ini. Sehingga Rakyat dan lahannya (tradisi, tanah, dan lingkungannya bersatu dengan slogan hingga awal abad 20 yakni “Makmurkan negara (Jepang) dan perkuat angkatan bersenjata” (Fukoku kyohei).

       Bagi Bangsa Indonesia, Pasal 33 UUD 1945 menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran Rakyat. Dalam hal ini, kebijakan sertifikasi lahan perlu menghasilkan persatuan Rakyat dan lahnnya, tradisi, sejarah, dan lingkungannya guna mengawal kedaulatan (Rakyat) serta menghasilkan kemakmuran bagi Rakyat. Perlu ada sosialisasi agar sertifikat lahan Rakyat tidak terperangkap dalam mata-rantai aliran kredit dari Bank atau lembaga dana lainnya. Risiko ini sudah terjadi di India.

Oleh Komarudin Watumbun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita