• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Rahasia Evolusi Pada Telinga

       Telinga bagian dalam reptil air dari jutaan tahun silam (sauropterygians) sangat mirip dengan telinga beberapa hewan air masa kini, bahkan dengan gaya hidup atau ukuran tubuh serupa, termasuk buaya, kura-kura laut dan paus. Begitu hasil riset tim ahli yang dipimpin oleh Dr. James Neenan dari Evolutionary Studies Institute, Wits University, Afrika Selatan. Sauropterygians termasuk reptil yang dapat berenang dan berasal dari era dinosaurus jutaan tahun silam (University of Oxford, 7/12/2017).

       Bagi semua vertebrata, ikan hingga manusia, telinga dalam berisi organ indera penting yang dapat menjaga keseimbangan dan orientasi. Organi ini sangat penting bagi hewan air karena hidup dalam lingkungan tiga-dimensi. Hasil riset tim Dr. James Neenan menemukan bahwa evolusi telinga dalam Sauropterygians dengan gaya-hidup sangat berbeda, sangat mirip dengan telinga beberapa hewan modern (Currenty Biology, 2017).

       Ikan paus juga memiliki telinga dalam mini sangat tidak lazim yakni mirip ukuran telinga dalam manusia. “Sauropterygians are completely extinct and have no living descendants, so I was amazed to see that nearshore species with limbs that resemble those of terrestrial animals had ears similar to crocodylians and that the fully-aquatic, flippered plesiosaurs had ears similar to sea turtles,” papar Neenan. Tim ahli itu menyimpulkan bahwa evolusi telinga dalam vertebrata memperlihatkan evolusi konvergensi (Science Newsline, 8/12/2017/SP).
    

Oleh Servas Pandur