• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Arsip Identitas & Hak Nilai Budaya Suku-Suku

Komarudin Watubun

       Para pemangku adat keraton di Nusantara—para raja, sultan, pangeran—diajak oleh Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan nilai budaya Nusantara. Hal ini diutarakan oleh Presiden Widodo pada Pembukaan Festival Keraton Nusantara XI, yang digelar di Istana Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, Minggu 26 November 2017) malam (Setkab RI, 27/11/2017).

       Dengan jumlah 1.340 suku di seluruh Negara RI saat ini, Bangsa Indonesia memiliki kekayaan budaya sangat hebat. Negara RI memiliki keragaman budaya, etnik, suku, dan ras dengan adat-istiadat, bahasa, nilai, dan sejarah yang sangat kaya dan beragam. Kekayaan budaya ini merupakan sejarah, warisan, dan kebanggaan Bangsa Indonesia serta merupakan basis persatuan-kesatuan dan identitas Bangsa Indonesia yang kini semakin terancam oleh globalisasi sains, teknologi, dan budaya global.

         Maka kini, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu segera mengarsipkan dan mendokumentasikan gambar dan teks wujud sejarah dan kekhasan budaya 1.340 suku di Negara RI. Kearifan lokal, misalnya, bisa berwujud ataupun tidak berwujud-nyata seperti nilai adat, mitologi, folklor, legenda, dan lain-lain yang menentukan harkat dan martabat manusia di setiap suku. Apalagi identitas dan hak budaya dan tradisi sudah diakui, dijamin dan dilindungi oleh UUD 1945. Maka tugas Arsip Daerah ialah mengarsipkan identitas dan hak budaya dari 1.340 suku 

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita