• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


FOSIL MATA TERTUA, MAKHLUK 530 JUTA TAHUN SILAM

       Hasil kerjasama riset ahli di University of Cologne (Jerman), Tallinn University of Technology (Estonia), dan Edinburgh University, menemukan fosil mata makhluk hidup tertua kira-kira 530 juta tahun silam.  Fosil mata itu terdiri dari bentuk mata primitif--organ optik susunan sel visual kecil (ommatidia), mirip dengan lebah masa kini. Tim ahli itu menyimpulkan bahwa penemuan itu menunjukan bahwa susunan senyawa mata makhluk hidup hanya sedikit berubah selama 500 tahun terakhir.

       Profesor Brigitte Schoenemann, University of Cologne, yang terlibat dalam riset itu menyatakan “This may be the earliest example of an eye that it is possible to find. Older specimens in sediment layers below this fossil contain only traces of the original animals, which were too soft to be fossilised and have disintegrated over time.” (Science Daily, 2017)

       Sebagian mata kanan fosil makhluk hidup di Estonia itu, sudah aus. Namun, fosil mata itu menyingkap rincian struktur dan fungsi mata yang berbeda dari senyawa mata makhluk hidup saat ini. Sisa-sisa makhluk laut yang punah itu memiliki bentuk awal mata yang terlihat di banyak hewan hari ini, termasuk kepiting, lebah dan capung. Nenek moyang laba-laba dan kepiting itu hidup di perairan pesisir selama era Palaeozoik, antara 541-251 juta tahun silam.

       Menurut Profesor Euan Clarkson pada School of GeoSciences, University of Edinburgh bahwa “This exceptional fossil shows us how early animals saw the world around them hundreds of millions of years ago. Remarkably, it also reveals that the structure and function of compound eyes has barely changed in half a billion years.” (ZME Science, 8/12/2017).

        Fosil mata makhluk 530 tahun silam di Estonia itu menyingkap struktur dan fungsi mata yang berbeda dari mata makhluk hidup dewasa ini. Spesies ini memiliki struktur dan fungsi mata yang primitif dan penglihatannya tergolong kurang tajam. Namun, matanya dapat mengenali predator dan rintangan pergerakannya. Fosil mata itu terdiri dari sekitar 100 ommatidia, yang relatif jauh lebih kecil dibandingkan dengan mata makhluk hidup saat ini. Misalnya, mata makhluk 530 juta tahun itu tidak memiliki lensa. Hasil riset ini dirilis oleh jurnal Proceeding of the National Academy of Sciences edisi awal Desember 2017 (Science Daily, 2017/SP). 

 

Oleh Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita