• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Yordania, Pemukiman Dan Pertanian 15.000 Tahun Silam

Profesor Elisabetta Boaretto dan Dr. Tobias Richter di Shubayqa, Yordania (The Weizmann Institute of Science, 2017)

Selama ini, banyak hasil penelitian arkeologi memperkirakan bahwa awal mula manusia bercocok-tanam dan menetap permanen di sekitar wilayah Gunung Karmel dan Galilea (Israel). Dari zona ini, peradaban budi-daya tanaman dan hidup permanen berkembang ke wilayah lain di Timur Tengah.

Namun, hasil riset tim arkeolog pada Weizmann Institute of Science dan University of Copenhagen, menemukan bahwa Sekitar 15.000 tahun silam, budaya Natufian muncul di Timur Tengah hingga saat ini. Budaya ini yang berada pada fase gaya hidup nomaden dan menetap, memiliki asal-usul beragam dan tersebar ke zona yang sekarang Israel, Yordania, Lebanon dan Suriah, kira-kira 14.500 – 11.500 tahun pra-Masehi. Kelompok budaya ini membangun rumah permanen dan cenderung menetap dan bercocok-tanam sebagai cikal-bakal dari peradaban pertanian masa Neolitikum. Hasil riset ini telah dirilis oleh jurnal Scientific Reports edisi awal Desember 2017.

Hasil riset itu berdasarkan bukti pada situs Natufian di Yordania, sekitar 150 km timur laut Amman. Situs yang disebut Shubayqa 1, digali oleh tim Universitas Kopenhagen yang dipimpin oleh Dr. Tobias Richter tahun 2012-2015. Penggalian tersebut menemukan situs Natufian, antara lain, fosil tanaman. Jenis sisa botani ini jarang ditemukan di banyak situs Natufia.

Penanggalan sisa organik situs itu dilakukan oleh Prof. Elisabetta Boaretto, kepala Dangoor Research Accelerator Mass Spectrometry (D-REAMS) lab pada Weizmann Institute of Science, dengan menggunakan Accelerator Mass Spectrometry (AMS). Lab D-REAMS termasuk satu dari lab canggih saat ini dengan metode dan teknologi tinggi yang dapat menganalisis sisa organik paling kecil dari setiap situs riset arkeologi dengan penentuan tanggalnya sangat akurat. Dengan mass-spectrometer, Boaretto mampu menyingkap jumlah karbon-14 satu sampel dari atom tunggal dari situs yang diriset.

(Staging-Point.com/2017/12/15)

 

 

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita