• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Basis Koridor Laut Dari Timur RI

        Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo merilis pidato di depan Pertemuan ke-29 para pemimpin forum ekonomi APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) di Intercontinental Peninsula Resort, Da Nang (Vietnam), Sabtu, 11 November 2017 bahwa laut harus menjadi pusat pembangunan ekonomi inklusif dan terbuka APEC di zona lautan terluas dunia, Samudera Pasifik (Setneg RI, 11/11/2017). Kini APEC terdiri dari 21 kelompok ekonomi yang memutar 60% PDB (produk domestik bruto) dunia.

      Menurut Prof. Dr. Ir. Alex SW Retraubun, M.Sc, potensi kemaritiman Negara RI kurang diberdayakan, terutama pasca pemerintahan Presiden RI Soekarno. Saat ini, menurutnya, pembangunan Poros Maritim  memiliki manfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah terhapusnya kesenjangan harga BBM di kawasan timur Negara RI dengan harga di Pulau Jawa. Jika sebelumnya harga BBM di Papua Rp 70 ribu – 100 ribu per liter, sejak tahun 2016 harga BBM di Papua sama dengan di pulau Jawa yakni Rp. 6.450 per liter.

       Tahun 2014, Presiden RI Joko Widodo merilis kebijakan Poros Maritim 5 (lima) bidang yaitu budaya maritim, kedaulatan pangan maritim, konektivitas dan infrastruktur, diplomasi maritim, dan pertahanan maritim untuk mengawal kepentingan Bangsa-Negara dan kedaulatan maritim Negara RI. Tahun 2014-2017, Pemerintah RI membangun infrastruktur laut, antara lain 24 pelabuhan strategis. Tahun 2015 dan 2016, Pemerintah RI menenggelamkan 317 kapal pencuri ikan.

       Sumber kekayaan alam Negara RI paling banyak terdapat di kawasan timur seperti rempah-rempah, emas, tembaga, ikan, minyak, dan gas. Namun, Data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional per Maret 2017 menunjukkan,  tiga provinsi di kawasan timur Indonesia  yakni Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk kategori tiga Provinsi termiskin sejak tahun 2008.  “Kawasan timur Indonesia kurang mendapat perhatian. Ada 17 cekungan Migas di Maluku. Hanya satu yang di darat, sedangkan 16 di laut. Orang Indonesia timur yang harus kelola, bukan orang asing yang menguasai,” paparnya dalam acara launching buku “Maluku: Staging Point RI Abad XXI” karya  Komarudin Watubun yang diselenggarakan oleh Komisi Edukasi Yayasan IJ Kasimo dan Penerbit Taman Pustaka di Bentara Budaya Jakarta (28/11/2017). Maka basis utama koridor laut Negara RI perlu dibangun dari Timur RI.

 

Oleh Alfens Alwino

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita