• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Pendidikan Anti-Korupsi Sejak Dini

Profesor Dr. Kris Herawan Timotius (Fens Alwino, 2017)

        Pada acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017 dan Peresmian Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi Ke-12 serta Peluncuran Aplikasi e-LHKPN di  Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2017), Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa Negara RI paling aktif dalam penegakan hukum untuk memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi. 

       Tahun 2004-2017, 12 Gubernur ditahan karena korupsi. Juga ada  64 Bupati dan Walikota ditahan karena korupsi. Sekitar 50-an anggota DPR-RI dan DPD-RI ditahan karena korupsi. Laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (2017) menyebutkan bahwa tahun 2010-2014,  KPK menyelamatkan  uang negara sebesar Rp 270 Triliun dari praktek korupsi. Pemerintah RI tidak mengajukan RUU revisi UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK.

         Menurut Profesor Dr. Kris Herawan Timotius, praktek korupsi termasuk masalah serius dari Bangsa dan Negara RI saat ini.  “Korupsi menciptakan kemiskinan, gizi buruk, pendidikan rendah, merusak karakter bangsa, birokrasi berbelit-belit, dan mental konsumtif tinggi di kalangan pejabat”, ujarnya di Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) kepada Staging-Point.Com pada Selasa (28/11/2017).

        Profesor Kris mengeritik pola hidup tanpa kepekaan di kalangan pejabat Negara. “Para pejabat negara hidup mewah dari dana Rakyat; mereka dilengkapi fasilitas-fasilitas mewah. Sedangkan Rakyat melarat. Rasa kepekaan dan solidaritas sesama manusia dan Bangsa tidak ada,” ujar mantan Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) itu. Karena itu, Profesor Kris mendukung langkah Presiden RI Jokowi yang mendukung upaya KPK untuk memberantas dan mencegah korupsi melalui penegakkan hukum. Profesor Kris juga mendukung langkah pencegahan korupsi melalui latihan mental anti-korupsi sejak dini dalam keluarga dan sekolah. Dengan begitu, Bangsa Indonesia bersih dari perilaku korupsi.

 

Oleh Alfen Alwino

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita