• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


‘Infrastruktur Cerdas” Agar Rakyat Cerdas dan Sejahtera

Komarudin Watubun

         Daya-saing infrastruktur transportasi Negara RI, menurut laporan World Economic Forum (2017), naik dari rangking 62 tahun 2015 ke rangking 52 tahun 2017. Sejak awal abad 21, infrastruktur selalu menjadi satu faktor bagi peringkat daya-saing bagi aliran investasi ke suatu negara. Karena infrastruktur, misalnya, mempengaruhi aliran barang, jasa, manusia, informasi dan uang dari satu zona pasar ke zona pasar lainnya.

         Tahun 2015-2017, Pemerintah membangun jalur kereta-api sejauh 388,3 km; merenovasi 30 terminal bis, 104 pelabuhan laut, dan 7 bandara. Pada tahun 2017, jumlah angkutan logistik per bulan pada Oktober 2017, mencapai 18,3 miliar ton (dalam negeri) dan 593 juta ton (angkutan luar negeri) (Setkab RI, 15/12/2017).

        Target Pemerintah, menurut Presiden RI Joko Widodo, ialah penciptaan pertumbuhan ekonomi tinggi jangka menengah dan jangka panjang. Pada acara Sarasehan Kedua 100 Ekonom Indonesia, Selasa pagi 12 Desember 2017 di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat (Setkab RI, 12/12/2017), Presiden RI Joko Widodo mengutip hasil riset Bank Dunia dan Bloomberg McKinsey (2013). Sejak krisis keuangan Asia 1997-1998 - tahun 2012, stok infrastruktur RI turun dari 49% (1995) menjadi 38% tahun 2012.

        Ke depan, strategi infrastruktur Negara RI perlu membawa manfaat tidak hanya sosial seperti infrastruktur pendidikan, khususnya scientific infrastructure yang mencerdaskan Rakyat, tetapi juga infrastruktur teknologi (technological infrastructure) guna mengolah sumber-sumber daya alam Negara RI sebagai produk pasar. Maka Pemerintah Daerah misalnya perlu membangun lab-lab usaha Rakyat berbasis koperasi dari sumber daya alam lokal yang ramah-lingkungan.

        Fokus pembangunan infrastruktur dapat meraih fase lestari jangka menengah dan jangka panjang hanya jika setiap pembangunan infrastruktur membawa manfaat bagi Rakyat (social-sustainability) melalui pelayanan hak-hak dasar Rakyat sesuai amanat UUD 1945 seperti hak pendidikan, hak pekerjaan, hak kesehatan, hak hidup layak, hak informasi, hak sains, hak ilmu pengetahuan, hak budaya dan tradisi, hak cipta, dan lain-lain untuk kesejahteraan Rakyat, keadilan sosial dan kecerdasan Rakyat; manfaat ekonomi seperti meningkatkan pendapatan negara atau profit bagi swasta (economic sustainability) dan ramah-lingkungan (environmental-sustainability). Luis Alberto Moreno & Nicholas Stern (2016), M. Fay et al (2011), JM Fischer et al (2011), R. Mansell (1998) dan Bank Dunia (2010) menyebutnya : “Smart Infrastructure”.

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita