• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Perlu Penguatan BUMDes Agar Dana Desa Tepat Jalur & Sasaran

Prof. Dr. Agus Pramusinto (Universitas Gadjah Mada, 2017)

        Program Dana Desa termasuk program andalan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tahun 2014-2019. Targetnya ialah membangun desa dan mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi untuk memajukan kesejahteraan umum sesuai amanat Pembukaan UUD 1945. Presiden RI Joko Widodo menjamin bahwa hingga Oktober 2017, Program Dana Desa masih berada pada jalur tepat dan tepat sasaran. Meskipun pelaksanaannya membutuhkan perbaikan sistem, prosedur dan pengawasannya sehingga dana desa dapat lebih memajukan desa (PresidenRI.go.id, 17/10/2017).

       Hingga Oktober 2017, menurut Presiden RI Joko Widodo, 900 kepala desa yang ditangkap karena dana desa. “Tapi dari 74 ribu desa yang ada, bahwa ada yang ‘belok’ kita tidak tutup mata. Tetapi, dari hasil survei yang kita lakukan, banyak juga yang tepat sasaran. Memang perlu diperbaiki prosedurnya agar lebih sederhana, juga diperbaiki pengawasannya,” ujar Presiden Joko Widodo di Lapangan Olahraga Kerkoff, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat (17/10) (Setneg RI, 17/10/2017).

       Data BPS (2016) menyebutkan bahwa hingga Maret 2016, jumlah penduduk miskin—penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan—mencapai 28,01 juta jiwa atau sebesar 10,86 persen dari total jumlah penduduk Negara RI. Pada Maret 2015 persentase penduduk miskin perdesaan mencapai 14,21%, lalu turun pada September 2015 menjadi 14,09%, kemudian naik 0,02% pada Maret 2016 menjadi 14,11%.

       Tahun 2014-2017, Pemerintah mencairkan Dana Desa sebesar Rp 127 triliun untuk membiaya program infrastruktur skala kecil, produk-produk pertanian dan kerajinan di desa-desa. Khusus tahun 2018, melalui program dana desa padat karya swa-kelola di 82.030 desa (BPS, 2016), Pemerintah hendak mendorong peredaran uang dan kas merata di seluruh Negara RI. (Setkab RI, 17/11/2017).

       Menurut Prof. Dr. Agus Pramusinto, alumnus S-3 Public Policy & Public Administration asal Australian National University, Australia, perbaikan sistem, prosedur, dan pengawasan program dana desa perlu disertai oleh pelatihan dan pendampingan SDM. SDM perlu dipersiapkan, dibimbing, didampingi, dan dilatih tentang sistem, prosedur, cara penggunaan dana desa, sasaran dan manfaatnya, laporan, evaluasi, dan pengawasannya. ”Saat ini, banyak kepala desa tidak paham. Akibatnya, banyak penggunaan dana desa tidak jelas. Keliru sedikit saja, sudah menjadi masalah hukum,” papar Prof. Dr. Agus Pramusinto. Tanpa persiapan dan pelatihan SDM, risikonya ialah korupsi atau programnya tidak tepat sasaran.

       Pilihannya ialah penguatan BUMdes yang terbukti sukses membangun desa. Prof. Dr. Agus Pramusinto menyebut contoh BUMDes Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. BUMDes Ponggok dapat dijadikan model karena hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti membiayai kuliah setiap anak penduduk Ponggok. Programnya yakni memperbaiki pemandian sebagai tempat destinasi wisata. 

Oleh Eko Budi Raharta

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita