• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Bayi Usia 10 Pekan Belajar “Reflex Walking”

Bayi-bayi usia 10 pekan sudah dapat belajar berjalan. Begitu hasil riset psikolog Professor Vincent Reid, Katharina Kaduk, dan Judith Lunn pada Lancaster University, Inggris, yang dirilis 14 Desember 2017. Para peneliti ini memberi pengalaman “reflex walking”, naluri dasar berjalan kepada bayi-bayi usia 10 pekan. Ketika bayi digendong oleh orang dewasa dan membiarkan kaki bayi menyentuh permukaan lantai datar, bayi-bayi usia 12 pekan itu akan refleks berjalan dengan menggerakan satu kakinya di depan kaki lainnya (Vincent M. Reid et al/ Neuropsychologia, 2017).

Professor Vincent Reid memberikan pengalaman “reflex walking” kepada sekelompok bayi usia 10 pekan yang berupaya berjalan sekitar 23 langkah selama 3 (tiga) menit. Sekelompok bayi usia 10 pekan lainnya tidak diberikan pengalaman “reflex walking”. Kemudian peneliti memperlihatkan film orang dewasa berjalan kepada kedua kelompok bayi ini. Peneliti mengukur respons bayi-bayi itu terhadap informasi visual dengan merekam otaknya. Hasilnya, bayi-bayi yang telah berpengalaman “reflex walking”, mampu mengenali gerakan orang dewasa berjalan melalui filmnya. Sedangkan kelompok bayi yang tidak mengalami ‘reflex walking”, tidak memperlihatkan reaksi otak serupa (Science Daily, 14/12/2017).

“This result strongly suggests that experience refines the perception of biological motion during early infancy. The act of walking has therefore shifted the percept of biological motion for those infants who had experienced self produced stepping behaviour. This suggests that the limited period of experience ... altered the infant's perception of walking, indicating a link between action perception and action production in early infancy,” papar Profesor Vincent Reid (Lancaster University, 2017; Technology BN, 2017/SP).

(Staging-Point.com/2017/12/22)

Oleh Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita