• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Program Infrastruktur Untuk Keadilan Sosial

Komarudin Watubun

        Pemerintah RI dari Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sejak awal tahun 2014 berupaya memperbaiki jalur logistik ekonomi Negara RI dan perdagangan melalui pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan tol, jalur kereta api, bandara, pelabuhan, dan perbaikan terminal-terminal di Negara RI. Infrastruktur hendak dijadikan pula basis program penjelmaan nilai-nilai Pancasila, khususnya persatuan (sila ke-3) dan keadilan sosial (sila ke-5). Hal ini dirilis oleh Presiden RI Joko Widodo pada acara Apel Kebangsaan Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKKPI) Tahun 2017, Sabtu pagi 9 Desember 2017 di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Setkab RI, 9/12/2017).

        Model infrastruktur keadilan sosial selama ini antara lain Kanada. Sebelum menanda-tangani Piagam PBB tentang Hak Asasi Manusia dan anti-diskriminasi (1948), Kanada menerapkan praktek diskriminasi terhadap warga asli (suku Indian), imigran asal Perancis, minoritas, dan perempuan. Kemudian Kanada berupaya memulihkan infrastruktur keadilan sosial guna merawat keragaman budaya (multi-kultural), pendidikan kewarga-negaraan, infrastruktur pendidikan, pelayanan hak-hak Rakyat, dan imigrasi (Charles S. Ungerleider, 1992:7).

       Di tingkat global awal abad 21, ketidakadilan terhadap anak-anak sering berkaitan dengan akses Rakyat ke air bersih dan sehat, pendidikan, pasokan pangan, pelayanan kesehatan, rumah layak, pendidikan, dan lain-lain untuk keluarganya. Hasil riset Isabel Ortiz dari ILO, Louise Moreira Daniel dari UNICEF, dan Solrun Engilbertsdottir dari PBB (2012) menemukan bahwa setiap hari sekitar 22 ribu anak meninggal di seluruh dunia karena keterbatasan dan ketiadaan infrastruktur pelayanan hak-hak dasar ini dari Negara. Nestapa anak-anak dan keluarganya ini, menurut Isabel Ortiz et al 92012), dapat diatasi melalui program infrastruktur bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, dan sandang-pangan.

        Bagi Bangsa Indonesia, pembangunan infrastruktur mesti sekaligus mewujudkan 3 nilai pokok yakni (1) nilai sosial seperti mencerdaskan kehidupan Bangsa dan melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2) nilai ekonomi yang memajukan kesejahteraan umum; dan (3) nilai lingkungan yakni sehat dan lestari ekosistem Negara RI. Misalnya, Pemerintah dan Rakyat RI mengembangkan inovasi transportasi, arsitektur pelabuhan dan bandara yang hemat energi dan ramah-lingkungan. Ini resep membangun infrastruktur yang menjelmakan persatuan, peradaban, dan keadilan-sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita