• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Menyongsong Revolusi Industri Fase Ke-5 dan 6

Oleh Komarudin Watubun

Revolusi industri berbasis sistem fisik-siber telah datang begitu cepat dan serentak di hampir setiap negara di dunia. Revolusi ini dilabel sebagai revolusi industri ke-4 tiga dimensi yakni digital, fisik, dan biologi. Begitu isi sambutan Presiden RI Joko Widodo pada Sarasehan Nasional DPD RI, Jumat 17 November 2017 di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta (Setkab RI, 17/11/2017).

Artifisial intelijen, bio-engineering, Internet, mobile-net, bio-teknologi, dan e-commerce siap menggantikan manusia di bidang komunikasi, perbankan, pendidikan, dan lain-lain. Di negara-negara ASEAN, menurut organisasi pekerja dunia ILO (International Labor Organization) dari PBB, robot bakal menggantikan 56% tenaga manusia pada berbagai sektor ekonomi. 

Pada tingkat global, dewasa ini, dunia sedang memasuki fase revolusi atau gelombang revolusi industri tahap ke-5 bahkan ke-6. Tahap awal dimulai dari Revolusi Industri di Eropa abad 18 M. Mesin uap ditemukan oleh James Watt. Alat produksi mekanis sejak saat ini mulai menggantikan tenaga manusia di sektor industri tekstil khususnya. Dari sini lahir proses produksi industri masal, penggunaan listrik, dan pembagian proses produksi dan tenaga kerja yang menandai kelahiran fase ke-3 revolusi industri. Sejak 1969 -1990, elektronik, IT, mesin otomatisasi, industri petro-kimia dan aviasi menandai fase ke-4 revolusi industri dunia.

Tahun 1990-2020, fase ke-5 revolusi industri melahirkan jaringan digital, IT dan bioteknologi. Kini dunia memasuki gelombang ke-6 yakni bio-mimikri, energi renewable, nano-teknologi hijau, bio-ekonomi, desain dan arsitektur ramah-lingkungan, dan teknologi sustainability. Maka kini tiba saatnya Rakyat dan Pemerintah RI mempersiapkan SDM berbasis keahlian, sains, teknologi, inovasi dan karya-cipta yang ramah-lingkungan, bernilai sosial dan bermanfaat ekonomi untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kini dan masa datang.

 Berbagai negara, misalnya, saat ini giat membangun bio-ekonomi. Di Asia Tenggara, bidang sains dan teknologi ini hanya tersedia pada universitas di Malaysia khususnya. Perguruan Tinggi di Negara RI, perlu mengembangkan riset, sains, dan kajian bidang-bidang semacam ini dan bekerjasama dengan lembaga riset dan perguruan tinggi serupa di luar negeri. Eropa sedang giat mengembangkan sains, teknologi, riset dan kajian bio-ekonomi guna melahirkan sustainable-development atau pembangunan berkelanjutan. 

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita