• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Jaringan Syaraf Artifisial Lacak & Prediksi Korupsi

 Ahli keuangan dan adminsitrasi negara, Félix J. López-Iturriaga, dan Iván Pastor Sanz, Phd, ahli risiko investasi dan perbankan pada Universidad de Valladolid (Spanyol) dan Higher School of Economics (HSE), mengembangkan suatu model jaringan syaraf artifisial untuk melacak dini dan memprediksi kasus-kasus dan risiko-risiko korupsi, berbasis faktor-faktor politik dan ekonomi. Selama tahun 2010-2017, Iván Pastor Sanz mengembangkan model-model baru guna mendeteksi risiko sistemik dan kegagalan perbankan dengan menggunakan jaringan syaraf artifisial, self-organizing maps (SOMs) dan algoritma genetik.

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Social Indicators Research, edisi 22 November 2017. Riset ini didukung oleh dana Spanish Ministry of Economy and Competitiveness dan dirilis sebagai Basic Research Program pada National Research University Higher School of Economics (HSE) yang didukung oleh hibah subsidi untuk HSE dari Pemerintah Federasi Rusia dalam rangka penerapan Global Competitiveness Program (Social Indicators Research, 22/11/2017).

Para peneliti HSE dan University of Valladolid, antara lain Félix J. López-Iturriaga, Leading Research Fellow pada International Laboratory of Intangible-driven Economy (HSE), menggunakan data-base kasus-kasus korupsi uang dilaporkan ke pengadilan antara tahun 2000 dan 2012 di Spanyol. Hasilnya, model peringatan dini (early warning) terhadap korupsi yang mungkin terjadi di wilayah-wilayah Spanyol, berdasarkan faktor-faktor determinan ekonomi dan politik. Model itu menggambarkan profil-profil risiko korupsi bergantung keadaan ekonomi-politik suatu wilayah skala waktu tertentu (National Research University Higher School of Economics, 21/12/2017; Jhoanell Angulo/TekCrispy, 21/12/2017).

 Para ahli HSE dan University of Valladolid menggunakan self-organizing maps (SOMs), pendekatan jaringan syaraf artifisial, untuk memperkirakan kasus-kasus korupsi pada skala waktu berbeda. SOMs meniru fungsi-fungsi otak manusia sehingga mampu mengekstrak pola-pola dari data skala besar tanpa pengetahuan pola hubungan dasar data-data tersebut. SOMs mengkonversi hubungan non-linier data ke dalam pola hubungan geometrik sederhana guna mendeteksi pola dan menghasilkan representasi visual banyak data. Maka SOMs dapat dipakai sebagai sarana melacak sejak dini terhadap korupsi dan memperkirakan risiko-risikonya.

Metode SOMs untuk prediksi korupsi, terdiri dari algoritma yang canggih dengan pola hubungan non-linier ganda berdasarkan perubahan kecenderungan determinan korupsi dalam skala waktu tertentu.  Hasil riset ini dengan metode SOMs di Spanyol bahwa faktor-faktor ekonomi terbukti relevan sebagai prediktor korupsi (Science News Daily, 21/12/2017).

 “Our research develops a novel approach with three differential characteristics. First, unlike previous research, which is mainly based on the perception of corruption, we use data on actual cases of corruption; Second, we use the neural network approach, a particularly suitable method since it does not make assumptions about data distribution. Third, we report the probability of corruption cases on different time scenarios, so that anti-corruption measures can be tailored depending on the immediacy of such corrupt practices. Our model allows patterns of corruption to be identified on different time horizons,” papar Félix J. López-Iturriaga (Sciences Newsline, 21/12/2017).

(Staging-Point.com/2017/12/29)

 

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita