• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Penanaman Hutan Serba-Guna

Oleh Komarudin Watubun

Pemda Aceh Barat (Provinci Aceh) telah menanam sekitar 23.500 pohon produktif tahun 2016. Pemda menyalurkan bibit-bibit ke Rakyat untuk ditanam seperti 13.500 bibit cemara, 8.500 bibit jernang dan 1.500 bibit jambu. Titik lokasi program menanam Kabupaten Aceh Barat itu antara lain di Consevations Respon Unit (CRU), Alu Kuyun, Kecamatan Woya Timur, Aceh Barat. Para pemangku kepentingan di daerah bekerjasama dalam program ini, seperti Plt Bupati Rachmad Fitri HD, Kasrem 012 Teuku Umar, jajaran Kodim 0105, Muspida, Muspika, tokoh adat, masyarakat dan pawang gajah (Anwar, 20/12/2016).

Di berbagai zona Negara RI selama beberapa tahun terakhir sangat giat menanam pohon. Presiden RI Joko Widodo menghadiri acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2017, Sabtu 9 Desember 2017 di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sekitar 45 ribu bibit pohon ditanam selama rangkaian acara itu (Setkab RI, 9/12/2017).

Pohon-pohon sangat bermanfaat bagi kehidupan Rakyat seperti mencegah banjir, khususnya banjir bandang. Apalagi programnya mencakup penanaman pohon kayu, sumber pangan atau buah-buahan dan obat-obatan. Selama ini, hutan atau pohon-pohon memiliki sangat banyak manfaat bagi masyarakat, seperti sumber energi, sumber pangan, pemelihara air, kendali polusi, dan pertahanan-keamanan Negara.

Kita lihat, tahun 2011, Amerika Serikat (AS) untuk pertamakalinya selama 30 tahun terakhir, mulai menata-ulang lahan hutannya agar hutan sehat—untuk produksi, hutan lindung, hutan rekreasi, hutan untuk mitigasi pemanasan global, dan lain-lain. Fokus tata-kelola hutan AS antara lain (1) tata-ulang lingkungan hutan, (2) menciptakan lapangan kerja baru, (3) menciptakan program hutan sehat-lestari, (4) melindungi satwa langka, spesies langka dan sumber-sumber air dan (5) merespons risiko-risiko pemanasan global (Bruce Finley, 2011).

Bagi Bangsa dan Negara RI, prioritas penanaman hutan perlu difokuskan pada pemulihan hutan rusak, perawatan hutan pemelihara air, penanam-ulang hutan kritis, perawatan hutan lindung dan hutan produksi (industri). Manfaatnya ialah (1) menyerap karbon-dioksida (CO2), (2) menghasilkan energi, (3) menyerap lapangan kerja, (4) merawat kearifan lokal rakyat di desa-desa, (5) menyeimbangkan kebijakan pasokan energi dan pasokan pangan rakyat, dan (6) mendukung efisiensi sektor usaha. 

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita