• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Polip Kecil Lindung Karang Dari Wabah & Predator

Hydrozoa ukuran sangat kecil, polip lebih kecil dari satu milimeter dan umumnya hidup dalam koloni di permukaan karang keras, menjaga karang-karang tetap aman dan sehat. Begitu hasil riset tim ahli Komisi Eropa (European Commission) yang dirilis oleh Proceedings of the Royal Society edisi 22 Desember 2017. “EU scientists are actively contributing to solve global problems. This is a good example of the scientific excellence that can help us to protect our environment and support the policy making,” papar Tibor Navracsics, penanggungjawab Joint Research Centre (JRC) Uni Eropa (European Commission Joint Research Centre, 2017)

Hydrozoa termasuk kelompok hewan predator sangat kecil dan tidak bertulang-belakang yang hidup sendiri atau berkoloni umumnya di air laut (salt water). Siklus hidup hydrozoa meliputi tahap polip aseksual dan tahap medusa seksual seperti Obelia atau polip seperti hydra yang hidup tanpa koloni di perairan tawar. Hydra menempel pada tumbuhan air atau batu. Lubang mulutnya terdiri dari banyak tentakel untuk menangkap makanan.

Hydrozoa (polip-polip ukuran kecil)—hewan air sangat kecil—melindungi karang-karang dari predator seperti ikan dan siput dan wabah penyakit. Coral-reefs memiliki keragaman-hayati sangat besar yang menyediakan habitat bagi banyak spesies laut dan pangan bagi masyarakat pesisir serta pendapatan dari wisata pantai. Coral-reefs mengalami tekanan akibat perubahan iklim, asidifikasi laut, wabah, sedimentasi, overfishing, dan polusi (AgriPRESS, 22/12/2017).

Tim peneliti JRC, Marhe Center of Milan-Bicocca University dan King Abdullah University of Science and Technology meneliti sekitar 2.500 koloni karang di terumbu karang Maldivian dan Arab Saudi. Fokus riset yakni tanda-tanda predasi, suhu-stres, dan wabah penyakit. Peneliti juga mengamati ada atau tidaknya hydrozoa simbiotik. Hasilnya, karang-karang yang hidup bersama hydrozoa kurang rawan diserang oleh ikan dan grastropod pemakan karang seperti siput, jika dibandingkan dengan karang tanpa koloni hydrozoa (Tech2, 23/12/2017)

Para predator mungkin terhambat oleh organel berbisa dari nematosit hydrozoa. Ukuran hydrozoa sangat kecil jika dibanding ukuran tubuh ikan. Namun, jika koloni lebih dari 50 hydrozoa menutup permukaan karang, kadang-kadang ukurannya mencapai beberapa cm. Koloni ini menciptakan pelindung karang dan menyulitkan ikan dan siput memakan karang. Simbiosa hydrozoa dan karang juga menghasilkan karang lebih sehat.

Hasil riset ini sangat bermanfaat bagi upaya konservasi karang. Karena gastropoda seperti siput selama ini merupakan ancaman terhadap data tahan karang (coral atau reef) akibat suhu air laut memanas. Jika hasil riset ini teruji dan terbukti, maka polip-polip ukuran kecil itu sangat membantu ratusan juta orang yang hidupnya bergantung pada ekosistem coral-reef yang sehat dan lestari di seluruh dunia selama ini (EU Science Hub, 22/12/2017).

(Staging-Point.com/2017/12/30)

 

Oleh Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita