• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Kepunahan Spesies Merusak Ekosistem

Staging-Point.com (01/01/2018)

Untuk pertama kalinya, para ahli berhasil membuktikan bahwa kepunahan keragaman-hayati merusak unsur-unsur dan proses ekosistem di bumi. Begitu hasil riset eksperimen dari 40 ahli terhadap ekosistem padang rumput (grassland experiment) yang dirilis oleh jurnal Basic and Applied Ecology edisi Vol. 23 September 2017 (Weisser, Wolfgang, et al., 2017). Sebanyak 40 ahli lintas-disiplin dari Jerman, Austria, Swiss dan Belanda menganalisis 80 ribu pengukuran dan 500 plot uji-coba tanaman spesies monokultur hingga mixtur.

Organisme lain di dalam tanah dan di permukaan tanah dari ekosistem diteliti dan dianalisis oleh para ahli itu. Ahli tanah meneliti siklus materi seperti karbon, nitrogen, nitrat, dan air selama 15 tahun. Sehingga para ahli membuktikan pengaruh keragaman-spesies terhadap kapasitas lahan menyerap, menyimpan, dan melepaskan air. “No other experiment to date has examined the nutrient cycle with such rigor”, papar Profesor Dr. Wolfgang W. Weisser.

Riset ini didirikan oleh Friedrich Schiller University Jena sebagai basis koordinasi ilmiah dan  Max Planck Institute for Biogeochemistry di Jena. Seluruh riset dibiayai oleh German Research Foundation (DFG). Jena Experiment menghasilkan banyak penemuan. Misalnya, padang rumput (meadows) dengan keragaman-hayati tinggi memiliki produktivitas lebih tinggi daripada padang rumput yang kurang memiliki keragaman-hayati selama riset eksperimen 15 tahun. Energi biomassa (kandungan bioenergi) padang rumput dengan keragaman-hayati tinggi secara signifikan lebih tinggi daripada padang rumput dengan keragaman-hayati rendah.

Riset itu juga menemukan bahwa jasa-jasa ekosistem lebih baik melalui keragaman-hayati. Karena zona-zona kaya keragaman-hayati menyimpan karbon lebih baik, jumlah insekt dan spesies lain lebih banyak, interaksi timbal-balik spesies seperti penyerbukan lebih sering terjadi, padang rumput kaya keragaman-hayati lebih mudah mengangkut air permukaan tanah ke dalam tanah dan ekosistem kaya keragaman-hayati lebih stabil jika dibanding ekosistem kurang kaya keragaman-hayati, khususnya saat terjadi gangguan seperti kekeringan atau banjir (Science Direct, 2017)

Suatu ekosistem melayani jasa-jasa alamiah bagi manusia antara lain kesuburan lahan, kualitas air tanah, produksi pangan, dan penyerbukan oleh serangga-serangga yang sangat penting dan bermanfaat. Maka ekosistem yang sehat, lestari dan beragam sangat penting dan menentukan kehidupan semua makhluk di bumi. “One unique aspect of the Jena Experiment is the fact that we performed our experiments and analyses over 15 years. Because the influence of biodiversity is only visible after a delay, we were only able to observe certain effects from 2006 or 2007 onwards -- i.e. four or five years after the beginning of the project,” papar Profesor Weisser (Technical University of Munich, 29/11/2017). Maka praktek monokultur perlu diakhiri oleh umat manusia.  

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita