• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Perubahan Alam Atlantik Utara & Reproduksi Cemara-Beech Eropa

Staging-Point.com(02/01/2018)

Dua spesies utama pohon di Eropa, pohon “beech” Eropa dan cemara Norwegia, secara bersamaan memproduksi hasil benih yang banyak di seluruh daratan Eropa pada tahun 1976, 1995 dan 2011. Perubahan-perubahan alam skala besar di zona Atlantik Utara (North Atlantic Oscillation/NOA) mempengaruhi sirkulasi atmosfer dan iklim di Eropa, termasuk sinkronisasi reproduksi kedua pohon ini di seluruh daratan Eropa.

Begitu hasil riset Davide Ascoli, Giorgio Vacchiano, Marco Turco, Marco Conedera, Igor Drobyshev, Janet Maringer, Renzo Motta, dan Dr. Andrew Hacket-Pain dari Biogeography and Ecology, Department of Geography and Planning, University of Liverpool (Inggris) yang dirilis oleh jurnal Nature Communications edisi 22 Desember 2017. Peneliti menganalisis data observasi perkembangbiakan pohon cemara Norwegia dan pohon “beech” Eropa selama kurun waktu 190 tahun. Data kedua pohon ini di Eropa dibandingkan dengan data di Northern Atlantic Oscillation (NAO) (University of Liverpool, 20/12/2017).

Pohon ‘beech’ (Fagus) termasuk genus pohon yang berganti daun setiap tahun dalam famili Fagaceae. Pohon ini umumnya tumbuh dan hidup di Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Hasil riset akhir-akhir ini menemukan sekitar 10-13 spesies dari sub-genus berbeda - Engleriana dan Fagus - pohon ini (Thomas Denk, et al., 2005: 1006-1016; Chung-Fu Shen, 1992). Pohon “beech” selalu tinggi, berkulit abu-abu, daun mengkilap, dan kayunya keras. Buahnya (beechnut) merupakan makanan utama banyak burung liar dan mamalia.

Sedangkan pohon cemara termasuk genus Picea yang terdiri dari sekitar 35 spesies pohon yang umumnya tumbuh dan hidup di zona iklim sedang utara planet bumi. Tinggi pohon dewasa berkisar 20-60 meter. Cemara merupakan tanaman-pangan (food plants) dari spesies larvae. Di pegunungan barat Swedia, sejumlah ilmuwan menemukan pohon cemara Norwegia (Old Tjikko) yang berkembang-biak melalui layering, telah mencapai usia 9.550 tahun dan diduga sebagai pohon hidup tertua di dunia (Scientific American, 27/5/2008).

Para peneliti di University of Liverpool itu juga menemukan bahwa selama 60 tahun terakhir, perkembang-biakan cemara dan pohon “beech” di seluruh Eropa bertepatan waktu dengan frekuensi tinggi musim panas dan frekuensi rendah musim semi NAO serta frekuensi rendah musim dingin NAO. Selain itu, adanya pola hubungan lebih lemah antara NAO dan perkembang-biakan tanaman ini pada awal abad 20.

“Our work shows that the remarkable synchronisation of behaviour across such vast distances is linked to the North Atlantic Oscillation. We think this is because a strong NAO synchronises climate across large parts of Europe, especially during key phases of the tree reproduction cycle. This helps to synchronise seed crops across such large areas, but future work will be required to firmly establish this mechanism,” papar Dr Andrew Hacket-Pain. Sinkronisasi produksi benih dianggap penting karena pengaruhnya terhadap ekosistem hutan. Misalnya, perkembangan-biakan tanaman benih meningkatkan ketersediaan pangan bagi burung dan binatang-binatang kecil. 

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita