• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


“Pisau-Duri”Kepala Predator Usia 508 Juta Tahun

Spesimen fosil Habelia optata di Royal Ontario Museum (Jean-Bernard Caron/ROM, 2017) dan Jean-Bernard Caron (insert) (Revolvy, 2017)

Staging-Point.com(02/01/2018)

Fosil kepala makhluk laut Habelia optata usia 508 juta tahun, yang mungil namun ganas dan mengerikan, terdiri dari komponen bergigi untuk mengunyah, cabang mirip tapak dengan duri keras untuk mencengkeram dan cabang panjang untuk sensor dan sentuhan. Begitu hasil riset Cédric Aria, PhD ekologi dan biologi dan Jean-Bernard Caron, associate professor ekologi dan biologi Faculty of Arts & Science, University of Toronto dan kurator senior paleontologi invertebrata di Royal Ontario Museum (ROM), Toronto, Kanada. Hasil riset ini dirilis oleh BMC Evolutionary Biology edisi 20 Desember 2017.

Kira-kira seabad silam, para ahli menemukan fosil Habelia optata yang berusia 508 juta tahun. Spesimen-spesimen Habelia dirawat oleh Royal Ontario Museum sebagai koleksi tahun 1990-an atas izin Parks Canada Research and Collection. Kini situs fosil Burgess Shale terletak di Yoho and Kootenay National Parks. Parks Canada melindungi situs-situs itu dan bekerjasama dengan para ahli mengembangkan pengetahuan dan pemahaman evolusi dan sejarah planet bumi. Burgess Shale ditunjuk oleh UNESCO Worl Heritage Site tahun 1980 karena nilainya bagi dunia (University of Toronto, 2017).

Dengan panjang kira-kira 2 cm dan ekor sepanjang sisa tubuhnya, spesies Habelia optata sudah punah dan termasuk kelompok hewan invertebrata arthropoda, termasuk laba-laba, serangga, lobster dan kepiting. Spesies ini hidup masa Cambrian sekitar 508 juta tahun silam dan berasal dari fosil Burgess Shale, British Columbia, barat Kanada. Habelia optata termasuk “Cambrian Explosion”, perubahan evolusi sangat cepat ketika sebagian besar kelompok hewan pertama kali muncul dalam situs fosil Burgess Shale.

“The appearance and spread of animals with shells are considered to be one of the defining characteristics of the Cambrian explosion, and Habelia contributes to illustrate how important this ecological factor was for the early diversification of chelicerates and arthropods in general,” papar Caron, supervisor program doktoral Cédric Aria (Live Science, 26/12/2017).

Dr. Aria dari Nanjing Institute of Geology and Palaeontology, Tiongkok, dan Caron menganalisis 41 spesimen Habelia optata. Hasilnya, tubuh Habelia optata dilapisi oleh banyak duri dan terdiri dari kepala, thorax dengan 5 pasang kaki berjalan dan post-thorax dengan organ respirasi. Habelia optata serumpun dengan moyang chelicerate—subfilum hewan tak bertulang belakang kelompok arthropoda seperti laba-laba, kalajengking, kalacuka, mimi, dan mintuno dengan chelicera—dua komponen alat mulut—untuk memotong makanan. Dari fosilnya, anatomi kepala Habelia optata dan dua komponen mulutnya mirip chelicerae.

Di sisi lain, fungsi kepala Habelia optata mirip microlinyphia mandibulata, spesies laba- familia Linyphiidae. Misalnya, organ sensor mirip antena mandibulata.  “From an evolutionary point of view, Habelia is close to the point of divergence between chelicerates and mandibulates. But its similarities with mandibulates are secondary modifications of features that were in part already chelicerate in nature. This suggests that chelicerates originated from species with a high structural variability,” papar Dr. Cédric Aria.

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita