• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Canola Tahan Musim Panas dan Suhu Tinggi Malam Hari

Lesi lobus temporal posterior kanan memicu risiko sulit mengenal suara-suara (MPI CBS, 2017) dan Claudia Roswandowitz, PhD (insert) (Max Planck Institute, 2017)

Tanaman canola tidak begitu produktif jika suhu malam hari panas. Karena meskipun tanaman canola tidak tidur seperti halnya manusia di malam hari, namun seperti halnya manusia, canola juga tidak nyaman malam hari, jika suhunya panas. Begitu hasil riset program doktoral bidang botani, Meghnath Pokharel, dan koleganya di Kansas State University, yang dipaparkan akhir Desember 2017 pada The October Annual Meeting of the American Society of Agronomy, Crop Science Society of America, dan Soil Science Society of America di Tampa, Florida, Amerika Serikat (American Society of Agronomy, 20/12/2017). Riset ini dibiayai oleh hibah USDA-NIFA (U.S. Department of Agriculture - National Institute of Food and Agriculture) melalui South Central Sun Grant Program.

Meghnath Pokharel menggunakan bunga-bunga canola berbeda untuk menandai bunga canola yang merekah segar. Beberapa di antaranya berada di bawah kontrol dan lainnya berada di bawah pengaruh suhu panas malam hari. Sehingga Pokharel mendapatkan polong-polong canola pada taha-tahap berbeda guna memahami perbedaan dampak dari stress tanaman canola akibat suhu panas selama tahap-tahap fisiologis berbeda-beda. 

Minyak canola merupakan minyak nabati diestrak dari tanaman Brassica napus (Rapeseed)—tanaman berbunga kuning cerah famili Brassicaceae yang dibudidaya karena mengandung banyak minyak dengan jumlah lemak jenuh yang relatif rendah atau kecil dan sayur-sayuran. Kini sumber minyak nabati (vegetable oil) ke-3 terbesar dunia dan bahan bakar (biofuel) berasal dari jenis tanaman ini (J. Dupont et al, 1989:360-375; Katherine Zeratsky, 2009; Lin L. et al., 2013: 370-385).

“Canola is the third largest source of vegetable oil that humans eat. Similarly, canola meal is the second largest feed meal after soybean meal. The major portion of canola meal in the United States is fed to dairy cows because the high fat content of the meal helps milk production. In addition, it is also used as a source of biodiesel,” papar Meghnath Pokharel (Science Daily, 20/12/2017).

Di seluruh dunia, musim panen canola sangat besar di musim dingin. Di musim panas atau suhu malam hari tinggi, produksi panen canola merosot. Hasil riset Meghnath Pokharel menemukan bahwa canola musim dingin sangat dipengaruhi oleh kenaikan suhu malam hari selama tahap berbunga dan pembentukan benih. Misalnya, suhu 68-73 skala Farenheit sangat berdampak negatif terhadap panen canole. Karena pada malam hari, canola menjalani proses penting jumlah produksi minyaknya. Sepanjang malam, canola menjaga level selularnya guna memiliki cukup energi menumbuhkan sel-sel baru atau memulihkan sel-sel rusak.

Canola juga berbunga, menghasilkan serbuk sari, diserbuki, menghasilkan polong dan membuat benih dalam polong (pod). Jumlah minyak atau makanan yang dihasilkan oleh satu canola, sangat ditentukan oleh jumlah polong, benih-benih per polong, dan berat benihnya. Semua tahapan-tahapan ini terbatas jika suhu tinggi siang atau malam hari. “High night temperature stress changes different physiological processes that ultimately lead to decreased seed set, grain number, grain filling duration, grain filling rate, and final grain weight in canola,” papar Pokharel (Technology Breaking News, 20/12/2017).

Suhu panas dapat mengubah proses canola berbunga ke jam-jam awal pagi hari. Tahap ini penting bagi tanaman canola karena menentukan fertilitas dan benih. Apalagi akhir-akhir ini, suhu lebih panas malam hari akibat perubahan iklim. Perubahan-perubahan atmosfer memicu dampak pemanasan lebih kuat malam hari. Karena itu, tim ahli itu berupaya menghasilkan benih canola yang tidak begitu dipengaruhi oleh suhu lebih panas malam hari. “This was the first trial to see the responses of different winter-grown hybrids of canola under high nighttime temperature. The results were very exciting! We're looking to develop winter canola with enhanced resilience to future warming scenarios,” papar Pokharel.

Staging-Point.com(05/02/2018)

oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita