• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Diet Ketat Apel dan Tomat Pulihkan Fungsi Paru-Paru?

Diet ketat apel dan tomat mungkin dapat membantu pemulihan paru-paru mantan perokok (ex-smokers). Asupan tomat secara teratur juga mungkin memperlambat penurunan fungsi alamiah paru-paru orang dewasa yang tidak pernah atau telah berhenti merokok. Begitu hasil riset dan kajian tim ahli dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health yang dirilis oleh European Respiratory Journal edisi 21 Desember 2017.

Riset itu didanai oleh hibah European Commission melalui program Horizon 2020 Research and Innovation dan dipimpin oleh Imperial College London serta merupakan bagian dari Ageing Lungs in European Cohorts (ALEC) Study. Tim ahli yang terlibat dalam penelitian ini yaitu asisten Profesor Vanessa Garcia-Larsen, PhD; James F Potts, Ernst Omenaas, Joachim Heinrich, Cecilie Svanes, Judith Garcia-Aymerich, Peter G Burney, dan Deborah L Jarvis (European Respiratory Journal, 21/12/2017).

Tim peneliti itu menganalisis diet dan fungsi paru-paru lebih dari 650 orang dewasa tahun 2002. Fungsi paru-paru 650 orang dewasa itu diuji lagi tahun 2012 atau 10 tahun kemudian. Partisipan berasal dari Jerman, Norwegia, dan Inggris dan diwawancara dan dianalisis diet dan asupan nutrisinya. Mereka juga menjalani spirometry untuk mengukur kemampuan paru-paru menyerap oksigen.

Dua standar pengukuran fungsi paru-paru dalam penelitian ini yaitu Forced Exhaled Volume dalam 1 second (FEV1) untuk mengukur berapa oksigen dapat diserap atau dihirup oleh paru-paru seseorang dalam jangka waktu satu detik; dan Forced Vital Capacity (FVC) untuk mengukur total oksigen yang dapat diserap atau dihirup oleh paru-paru seseorang dalam skala waktu enam detik. Faktor kontrol penelitian ini mencakup antara lain usia, tinggi badan, seks, body mass index (indikator kegemukan atau obesitas), status sosial-ekonomi, kegiatan raga/badan, dan total asupan energi.

Hasilnya, di kalangan mantan perokok, hubungan diet-fungsi paru-paru lebih mencolok. Mantan perokok yang diet ketat tomat dan buah, memiliki penurunan sekitar 80 ml lebih lambat selama sepuluh tahun. Hal ini menunjukkan bahwa nutrisi makanannya membantu pemulihan kerusakan paru-paru akibat merokok.

Karapuhan fungsi paru-paru lazimnya berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit seperti chronic obstructive pulmonary disease (COPD), heart disease, dan lung cancer. Hasil riset itu menemukan bahwa kemerosotan alamiah fungsi jantung selama 10 tahun lebih lambat di kalangan mantan perokok yang diet ketat tomat dan buah-buahan, khususnya apel. Ini menunjukkan bahwa ada unsur-unsur tertentu dari tomat dan buah-buahan ini yang mungkin membantu pemulihan kerapuhan paru-paru akibat merokok.

Hasil penelitian itu juga menemukan bahwa orang-orang dewasa yang rata-rata makan lebih dari 2 (dua) tomat atau lebih dari tiga porsi buah segar per hari mengalami perlambatan dalam kerapuhan fungsi alamiah paru-paru, jika dibandingkan dengan orang dewasa yang kurang makan satu buah tomat atau satu porsi buah-buahan per hari. Tim peneliti itu juga meriset sumber-sumber diet lainnya seperti menu makanan sehari-hari dan pengolahan makanan buah dan sayur-sayuran seperti saus tomat. Namun, efek perlindungan makanan yang diriset hanya buah dan sayur segar.

“This study shows that diet might help repair lung damage in people who have stopped smoking. It also suggests that a diet rich in fruits can slow down the lung's natural aging process even if you have never smoked. The findings support the need for dietary recommendations, especially for people at risk of developing respiratory diseases such as COPD,” papar peneliti utama Vanessa Garcia-Larsen, asisten profesor Department of International Health di Bloomberg School (Science Daily, 21/12/2017)

“Lung function starts to decline at around age 30 at variable speed depending on the general and specific health of individuals. Our study suggests that eating more fruits on a regular basis can help attenuate the decline as people age, and might even help repair damage caused by smoking. Diet could become one way of combating rising diagnosis of COPD around the world,” papar Dr. Garcia-Larsen (Brandon Howard/Johns Hopkins University, 21/12/2017). 

Staging-Point(07/01/2018)

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita