• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Variasi Gen “Tersembunyi” Pacu Evolusi Spesies

Dr. Mahul Chakraborty meneliti beberapa spesimen lalat buah (UCI, 2017)

Selama ini, mutasi rumit dari struktur genom organisme sulit diidentifikasi oleh para ahli. Namun, kini J.J. Emerson, asisten profesor ekologi dan evolusi biologi pada Ayala School of Biological Sciences, Amerika Serikat, menggunakan metode analisa baru mengidentifikasi mutasi-mutasi rumit dalam struktur genom organisme. Hasil riset ini telah dirilis oleh jurnal Nature Genetics edisi 22 Desember 2017 (University of California – Irvine, 22/12/2017).

Evolusi biologis merupakan perubahan karakter yang dapat diwariskan oleh populasi biologis dari satu generasi ke generasi berikutnya (Hall & Hallgrimsson, 2008:4-6; National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, 2016) karena variasi genetik, reproduksi dan seleksi alam. Evolusi biologis melahirkan keragaman-hayati pada tiap tahap biologis, seperti spesies, organisme, dan molekul (Hall & Hallgrimsson, 2008:3-5). Jika suatu organisme bereproduksi, keturunannya membawa karakter baru karena perubahan gen akibat mutasi atau transfer gen antara-populasi dan antara-spesies.

Tim ahli itu meneliti variasi genetik genom lalat buah (fruit fly genome) yang sering luput dan lolos dari berbagai riset ilmiah selama ini. Riset ini dapat melahirkan pemahaman lebih jelas tentang mutasi-mutasi rumit genome yang memicu evolusi dan wabah atau penyakit selama ini. “For the first time in animals, we have assembled a high-quality genome, permitting the discovery of all the genetic differences between two individuals within a species. We uncovered a vast amount of hidden genetic variation during our analyses, much of which affects important traits within the common fruit fly, D. melanogaster,” papar peneliti utama riset ini, Dr. Mahul Chakraborty pada lab Emerson (American Laboratory, 28/12/2017).

Tim peneliti itu merekonstruksi seluruh genom dengan menggunakan teknologi modern yang membaca bagian-bagian lebih rinci dan lebih luas dari seluruh genom organisme. Tim peneliti menggunakan skala panjang pengurutan molekul guna menyingkap perubahan-perubahan rumit struktur genom yang akhirnya mengubah struktur genom lalat buah.

Tim peneliti mengidentifikasi perubahan-perubahan struktur genom lalat buat yang dapat mempengaruhi evolusi lalat buah. Perubahan-perubahan itu digambarkan ke dalam suatu famili enzim yang resistensi atau tahan terhadap pestisida. Hasilnya, tim peneliti menemukan bahwa perubahan struktur genom lalat buah memicu output satu gen menjadi 50 kali lipat. Hal ini menunjukkan cara lalat meningkatkan resistensi terhadap nikotin.

“This study is the first of its kind in complex organisms like the fruit fly. With this unique resource in hand, we have already characterized several candidate structural variation which show evidence for phenotypic adaptation, which can function to drive species evolution,” papar Emerson (Science Daily, 23/12/2017).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa banyak variasi genetik D. melanogaster yang lolos dari riset atau observasi ilmiah selama ini. Padahal, D. melanogaster termasuk spesies dengan genom relatif sederhana dan kurang “menyembunyikan” variasi genetiknya. Oleh karena itu, genom manusia dan spesies-spesies yang manusia makan, menyimpan lebih banyak variasi genetik penting secara medis dan agrikultur. Riset ini didukung oleh Roy Zhao, Xinwen Zhang dan Shannon Kalsow dari UCI (University of California – Irvine), dan Nicholas VanKuren dari University of Chicago, lembaga National Institutes of Health, UCI dan National Science Foundation di Amerika Serikat (Nature Genetics, 2017).

Staging-Point(10/01/2018)

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita