• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Manfaat 25 Tahun Monitor Kesehatan Laut-Pesisir Karibia

Laut Karibia (Peta: Encyclopedia Britannica, 2010) dan Dr. Iliana Chollett (insert) (Smithsonian Institute, 2017)

Tim ahli biologi kelautan Smithsonian Tropical Research Institute asal Amerika Serikat dan Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP) merilis data kesehatan ekosistem pantai Karibia selama 25 tahun terakhir. Studi itu memberi pengetahuan baru tentang pengaruh stres ekosistem skala lokal seperti cerukan atau cekungan Karibia dan skala global. Riset dan kajian itu sangat bermanfaat, karena sekitar 40% total 7,6 miliar penduduk dunia awal abad 21 ini, hidup dan tinggal di kota-kota dan desa pesisir-pesisir pantai (Smithsonian Tropical Research Institute, 28/12/2017).

Pengukuran kesehatan lautan dengan cara yang sama pada seluruh situs sepanjang cerukan Karibia membantu pemahaman tentang stres ekosistem pantai atau pesisir skala lokal, regional dan global dewasa ini. Zona Karibia terbentang dari Florida (Amerika Serikat) hingga barat laut Venzuela di Amerika Selatan. Kepulauan Karibia terdiri dari sekitar 7.000 pulau, pulau kecil, karang, dan caye.

Laut Karibia termasuk laut tropis di sisi tenggara Teluk Meksiko dan bersebelahan dengan Lautan Atlantik. Lempengan Karibia menjangkau sisi selatan berbatasan dengan Venezuela, Kolombia, dan Panama; sisi barat berbatasan dengan Kosta Rika, Nikaragua, Honduras, Guatemala, Belize, Yucatan Meksiko; sisi utara berbatasan dengan Antilles Besar, Kuba, Hispaniola, Jamaika, dan Puerto Riko, dan sisi timur oleh Antilles Kecil. Luas laut Karibia berkisar 2.754.000 km2 dengan titik terdalam 7.500 m2 di antara Kuba dan Jamaika.

Hasil studi CARICOMP tentang kesehatan ekosistem pesisir dan laut Karibia menyebutkan bahwa kualitas air merosot hingga 42% dari hasil pantauan terhadap stasi-stasi pemantauan ekosistem pesisir cerukan Karibia. Namun, kenaikan signifikan suhu air--isu pemanasan global, tidak terlacak sepanjang situs-situs cerukan Karibia. Studi ini merupakan program pemantauan kesehatan ekosistem pantai Karibia yang paling lama.

Tahun 1992, atau 25 tahun silam, berbagai lembaga riset di Karibia mulai membangun stasiun-stasiun guna mengumpulkan data ekosistem pesisir, seperti mangrove, padang lamun dan terumbu karang di situs-situs pantai Karibia. Setiap pekan, para peneliti berbagai lembaga itu mengukur suhu air, salinitas dan visibilitas pada stasiuns-stasiun khusus untuk menghindari gangguan langsung dari penduduk-penduduk kota, pesisir, dan kegiatan warga pesisir lainnya.

Jaringan kerja CARICOMP yang terlibat dalam studi ini yaitu Smithsonian Marine Station, Florida, U.S.; Smithsonian Tropical Research Institute, Panama; Universidad Simón Bolivar, Venezuela; Massachusetts Institue of Technology; University of the West Indies, Jamaica; Universidad Nacional Autónoma de Mexico; Office of Insular Affairs, Washington, D.C., U.S,; University of the West Indies, Barbados; Global Change Institute, Australia; University of Puerto Rico, U.S.; University of the West Indies, Trinidad and Tobago; Environment and Economy Directorate, U.K.; Brewster Academy, U.S.; American University of Sharja, U.A.E.; Department of the Environment, Grand Cayman; Bangor University, U.K.; University of Trinidad and Tobago, Trinidad and Tobago; Bermuda Aquarium Museum and Zoo, Bermuda; American Bird Conservancy, U.S., Universidad de Costa Rica.

Hingga kini tim ahli itu telah menghimpun data CARICOMP dari 29 situs di Barbados, Belize, Bermuda, Bonaire, Colombia, Costa Rica, Florida, Jamaica, Meksiko, Panama, Puerto Rico, Saba, dan Venezuela. Tim ahli itu mengorganisir datanya ke dalam satu rangkaian data tunggal. Data ini termasuk data periode 3 (tiga) tahun, pada stasiun-stasiun yang ditambahkan pada jaringan stasiun sebelumnya, hingga 22 tahun.

“We're seeing important changes in local conditions, like decreases in visibility associated with declining water quality and the increasing presence of people, but we're not picking up global-scale changes, like climate warming,” papar Dr. Iliana Chollett dari Smithsonian Marine Conservation Program di Fort Pierce, Florida, Amerika Serikat (Jamaica Observer, 29/12/2017). Tim ahli yang terlibat dalam studi ini yaitu Iliana Chollett, Rachel Collin, Carolina Bastidas, Aldo Cróquer, Peter M. H. Gayle, Eric Jordán-Dahlgren, Karen Koltes, Hazel Oxenford, Alberto Rodriguez-Ramirez, Ernesto Weil, Jahson Alemu, David Bone, Kenneth C. Buchan, Marcia Creary Ford, Edgar Escalante-Mancera, Jaime Garzón-Ferreira, Hector M. Guzmán, Björn Kjerfve, Eduardo Klein, Croy McCoy, Arthur C. Potts, Francisco Ruíz-Rentería, Struan R. Smith, John Tschirky, Jorge Corté.

Rangkaian data tunggal 25 tahun kesehatan ekosistem cerukan Karibia itu menunjukkan bahwa tidak terlihat kenaikan signifikan suhu air. “Our data set did not reveal significant increases in water temperature. Satellites only measure temperature at the surface. Underwater temperatures are much more variable, and it may take decades of data to reveal a significant change, so we're not sure if this means that we just don't have enough data to detect it yet,” papar Dr. Iliana Chollett (PLOS ONE, 28/12/2017).

Meskipun instalasi stasiun-stasiun pemantauan kesehatan ekosistem pesisir Karibia itu terdapat di situs-situ yang tidak terjangkau oleh kegiatan warga masyarakat pesisir, namun stasiun-stasiun itu dapat merekam sinyal-sinyal pengaruh kegiatan manusia sepanjang cerukan Karibia. “One positive implication of this report is people are capable of dealing with local change by regulating pollution and runoff. If people get their act together very soon, there is still hope of reversing some of these changes,” papar Rachel Collin, Direktur Bocas del Toro Research Station pada Smithsonian Tropical Research Institute (Science Daily, 28/12/2017).

Smithsonian Tropical Research Institute termasuk lembaga yang ikut memasang stasiun pemantauan laut (marine-monitoring stations) dan ekosistem pesisir cerukan Karibia. Jaringan kerja CARICOMP didukung oleh MacArthur Foundation, Coral Reef Initiative of the U.S. Department of State, UNESCO dan U.S. National Science Foundation. Smithsonian Tropical Research Institute membuka kantor pusat di Panama City, Panama, untuk meneliti dan menganalisis alam tropis dan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Lembaga ini juga melatih dan mengajar mahasiswa-mahasiswi untuk melaksanakan penelitian bidang tropik dan mempromosi konservasi ekosistem pesisir. 

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita