• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Transplantasi Terumbu Karang & Pemulihan Populasi Ikan

Pemulihan terumbu-karang (coral reefs) memulihkan populasi-populasi ikan dan komunitas-komunitas hayati setempat jangka pendek dan jangka panjang. Begitu hasil riset Annie Opel sebagai peneliti utama tesis sarjana dan koleganya tentang pemulihan terumbu karang di pantai Karibia, yang dirilis oleh jurnal Marine Biology 27 Desember 2017.

“Reefs are not only biologically important - more than 4,000 species of fish rely on these ecosystems - but they're also really important for humans. We depend on them for commercial and recreational fisheries, they provide protection for coastal communities and they bring in a great deal of money through tourism,” papar Annie Opel tentang alasan meriset transplantasi terumbu karang di Karibia (Harvard University, 27 Desember 2017).

Proyek-proyek pemulihan terumbu-karang dapat memulihkan komunitas-komunitas ikan khususnya dari sejumlah ancaman faktor anthropogenic seperti polusi dan dampak perubahan iklim. Terumbu karang “mati suri” dan sekarat di seluruh dunia, yang menyebabkan degradasi ekosistem kehidupan laut yang bergantung pada terumbu karang untuk bertahan hidup selama ini. Meskipun ada upaya-upaya mengatasi masalah ini dengan transplantasi pertumbuhan terumbu karang di bawah air laut, namun efektivitas proyek pemulihan terumbu karang semacam ini di Karibia tidak pernah diriset khusus.

Hasil riset Annie Opel menemukan bahwa hanya dalam sepekan usai pembuatan “tempat-tidur” karang (coral beds) eksperimental, semakin banyak ikan dan keragaman bergabung ke habitat itu. Komunitas ikan berubah, karena spesies-spesies tambahan mulai mengunjungi situs eksperimen terumbu-karang itu. Maka riset lanjutan dapat menggunakan hasil riset ini sebagai patokan pengetahuan tentang transplantasi terumbu-karang.

Usai menyelesaikan SMA, Annie Opel memanfaatkan waktunya di St. Croix, bekerja dengan The Nature Conservancy di bidang proyek-proyek pemulihan karang. Sebagai mahasiswi Harvard University, ia bergabung ke lab Colleen M. Cavanaugh, Edward C. Jeffrey Professor of Biology, departemen Organismic and Evolutionary Biology, dan kemudian mengajukan studi tentang karang untuk penulisa tesisnya. Prof. Cavanaugh menjadi pembimbing Annie Opel yang dibantu oleh Dr. Joey Pakes Nelson, biolog dan ekolog invertebrata, dan Dr. Randi Rotjan, ahli terumbu karang asal Boston University, Amerika Serikat.

“I went down to St. Croix in March over spring break and in collaboration with other researchers, out-planted four two-by-two meter plots of an endangered species of coral found in the Caribbean called Acropora cervicornis. We also designated control plots ten and 20 meters away,” papar Opel (Marine Biology, 27/12/2017). Annie Opel kembali ke Karibia akhir tahun akademik untuk menanam 4 (empat) plot tambahan dan mengumpulkan data penelitiannya.

Setiap hari, Annie Opel melakukan survei selama dua jam di bawah air, kira-kira 5 menit survei tiap plot dari total 16 plot. Ia duduk di sana dengan kertas bawah air dan satu clip-board dan menandai setiap ikan yang dilihat selama 5 (lima) menit. “It was a steep learning curve, because I needed to learn how to identify every species of fish by sex and age before I started taking my surveys. I took surveys three times a week for all 16 plots, and I counted something like 15,000 fish in total, so it was a lot of sitting underwater in my bright orange wetsuit counting and identifying fish,” papar Opel (Science Daily, 27/12/2017).

Riset Annie Oper dan koleganya ini dibiayai oleh Harvard College Office of Undergraduate Research and Fellowships, Harvard University Center for the Environment, Museum of Comparative Zoology, Marine Conservation Action Fund dan National Science Foundation, Amerika Serikat.

(Staging-Point.com/2018/01/15)

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita