• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Evolusi Peradaban Sesuai Skala Spasial

Faktor-faktor yang mempengaruhi evolusi masyarakat dan peradabannya sangat beragam sesuai skala spasial (spatial scale)—luas, jangkauan dan jarak zona geografis. Evolusi bangkit dan bangkrutnya peradaban dari era Mesir kuno, Mesopotamia, Maya, Angkor, atau Dinasti Tang dan Hang di Tiongkok, dipengaruhi oleh beragam faktor. Begitu hasil riset dan kajian Guanghui Dong, Fengwen Liu dan Fahu Chen dari MOE Key Laboratory, Environmental System (Western China), Lanzhou University. Hasil riset ini dirilis oleh Science China Earth Sciences Vol. 60 edisi Desember 2017 (Science China Press, 29/12/2017).

Ketiga ahli itu meneliti dan mengkaji dampak teknologi dan lingkungan terhadap evolusi budaya dan peradaban pada spatial scales yang berbeda. Tim peneliti itu juga mengajukan suatu metode menjelaskan pola hubungan antara evolusi masyarakat-budaya dan perubahan lingkungan dan perkembangan teknologi, berdasarkan analisa ilmiah beberapa studi kasus klasik kepunahan dan bangkrutnya situs peradaban kuno, kemakmuran dan runtuhnya budaya atau peradaban kuno, dan perubahan demografis, serta pengaruh lingkungan dan teknologi di seluruh dunia selama periode pra-sejarah dan sejarah (Science China Earth Sciences, 29/12/2017).

Riset dan kajian itu bertujuan memahami sejarah, pola, dasar, dan arah evolusi lahan-manusia dalam skala waktu sangat lama (para-sejarah dan sejarah). Targetnya ialah menyediakan data, analisa. perkiraan atau pengalaman-pengalaman yang bernilai bagi setiap upaya mengatasi tantangan dan ancaman pembangunan berkelanjutan dewasa ini di berbagai negara.

Hasil riset dan kajian Guanghui Dong et al (2017) dengan judul “Environmental and technological effects on ancient social evolution at different spatial scales”,  menyimpulkan bahwa faktor-faktor dominan yang mempengaruhi evolusi masyarakat sangat beragam sesuai dengan spatial scale. Pada skala lokal, “geo-hazards” yang dahsyat dan tiba-tiba disebabkan oleh gesekan tektonik dan peristiwa cuaca ekstrim, menjadi faktor utama yang memicu kerapuhan dan kebangkrutan dan punahnya peradaban seperti situs Pompeii dan Lajia.

Abad 1 Masehi, kota Pompeii dari era Romawi kuno, kini terletak di dekat Napoli, wilayah Campania, dekat gunung berapi, Gunung Vesuvius. Penduduknya cukup banyak dan makmur karena lahan pertanian subur. Kota Pompeii dan penduduknya, Herculaneum dan banyak vila di daerah sekitarnya, sebagian besar hancur dan dikubur sedalam 4-6 meter oleh abu vulkanik dan batu apung pada letusan Gunung Vesuvius November tahun 79 Masehi (Stefani, 2006: 10-14).

Hasil penelitian Martolorenzo et al (2010) menyimpulkan bahwa kematian penduduk Pompeii terutama disebabkan oleh gelombang panas. Sebab gelombang panas sekurang-kurangnya 250 derajat Celsius (aliran piroklastik) pada jarak 10 kilometer melalui ventilasi cukup memicu kematian seketika, meskipun orang-orang terlindung di dalam bangunan.

Tragedi Pompeii terungkap dari surat saksi hidup Pliny (The Younger) yang melihat letusan dari seberang Teluk Napoli (Misenum) dan menggambarkan kematian pamannya (Pliny the Elder), Laksamana Armada Romawi, yang berupaya menyelamatkan warga. Situs Pompeii ditemukan awal tahun 1599 dan Insinyur Rocque Joaquin de Alcubierre asal Spanyol menemukan zona lebih luas Pompeii tahun 1748.

Hasil riset dan kajian GuangHui Dong et al (2017) juga menyebutkan bahwa pada skala kawasan, cuaca dingin-kering selama puluhan tahun atau berabad-abad diikuti oleh kelangkaan pangan dan konflik-konflik akibat persaingan merebut sumber-sumber alam dan pangan menjadi faktor penyebab kemerosotan peradaban-peradaban masa silam dan suksesi dinasti kerajaan. Sebaliknya, keadaan iklim stabil dan baik meningkatkan sumber-sumber alam dan pertumbuhan penduduk dan melahirkan kemakmuran dan perluasan peradaban masa silam.

Pada skala global, inovasi teknologi penting dan perluasannya jangka panjang (selama berabad-abad dan milenia) sangat meningkatkan kemampuan manusia untuk mendapatkan dan mengolah sumber-sumber alam dan sumber daya lainnya, memfasilitasi perluasan tempat hidup dan tinggal dan mencegah atau mengatasi lonjakan ledakan penduduk, serta akhirnya meningkatkan kemajuan masyarakat (Dong G H et al / Science China Earth Sciences, 2017).

(Staging-Point.com/2018/01/16)

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita