• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Program 1.100 Embung Di NTT : Wujud Keadilan Sosial-Distribusional

Selasa, 9 Januari 2018, Presiden RI Joko Widodo meresmikan Embung Saina di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Pemerintah telah membangun 74 embung di Kabupaten Rote Ndao. Kalau air ada, urusan pertanian, kebun, dan keperluan air baku akan terselesaikan. Dengan 74 embung yang sudah ada ini kita harapkan produktivitas pertanian dan kebun akan meningkat,” papar Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan embung Saina, di Kabupaten Rote Ndao, NTT, Selasa, 9 Januari 2018 (PresidenRI.go.id, 9/1/2018).

Menurut Dr. Philips Ngorang, alumnus S3 Filsafat Politik Univertas Gadjah Mada (Yogyakarta), pembangunan bendungan dan embung di Provinsi NTT menghasilkan manfaat ekonomis, sosial dan ekologis di wilayah NTT. Program ini termasuk instrumen kebijakan yang memiliki multiplier-effect dan multi-manfaat. “Ada harapan Rakyat NTT sejahtera dan lingkungannya sehat di masa datang. Melalui kebijakan semacam ini, dasar dan arah kebijakan Presiden RI Joko Widodo bersifat sentrifugal bukan lagi sentripetal seperti yang diterapkan selama ini,” papar Dr. Philips Ngorang, dosen pada Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) Kwiek Kian Gie, Jakarta, kepada Staging-Point.Com, Jumat 12 Januari 2018 di Lantai 7 Kampus IBII Kwik Kian Gie.

Pada 16 Februari 2017 di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas Kabinet RI tentang pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi NTT. “Tahun 2016, perekonomian tumbuh 5,18% di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional; Itu belum cukup, kita perlu kerja lebih keras lagi, terutama untuk pengentasan kemiskinan, menurunkan tingkat ketimpangan, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan; 30 persen PDRB Nusa Tenggara Timur berasal dari sektor pertanian dan sektor perikanan. Artinya, peningkatan produktivitas di sektor pertanian dan perikanan menjadi kunci kesejahteraan rakyat NTT,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 16/2/2017).

Dasar dan arah program Presiden RI Joko Widodo bidang pembangunan embung dan waduk atau bendungan di NTT dan Negara RI umumnya merespons kebutuhan keadilan distribusional. Menurut Dr. Philips Ngorang, teori keadilan distribusional mula-mula digagas oleh filsuf John Bordley Rawls (1921-2002) asal Amerika Serikat. Bahwa keadilan sosial diraih melalui pengakuan dan perlindungan hak-hak dasar Rakyat, kesetaraan kesempatan serta pelayanan kepentingan warga-warga masyarakat kurang beruntung. “Keadilan distribusional sangat tepat dilakukan oleh program Presiden Joko Widodo yang melayani warga masyarakat yang kurang beruntung seperti di NTT dan wilayah-wilayah lain Negara RI,” papar Dr. Philips Ngorang.

Tipe kepemimpinan Presiden Joko Widodo, menurut Dr. Philips Ngorang, bukan hanya pandai membuat perencanaan, tetapi juga mengawasi pelaksanaannya di lapangan. “Presiden Joko Widodo sudah 7 kali melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT untuk memastikan apakah perencanaannya dilaksanakan atau tidak. Ia konsisten dengan visi dan misinya membangun RI dari pinggiran, bukan hanya dalam arti geografis, tetapi periferal ekonomis dari penduduknya. Secara geografis, NTT berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, dan secara ekonomis, NTT merupakan provinsi kedua termiskin di Negara RI,” ujar Dr. Philips Ngorang.

Kini awal 2018, embung Saina di Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao memiliki kapasitas penampungan 102.709 meter kubik air untuk melayani kebutuhan air baku dan air usaha peternakan  dari 225 warga Desa Oelolot. Secara nasional, melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015-2019, Pemerintah membangun 7 waduk atau bendungan di NTT dari total 49 waduk atau bendungan di seluruh Negara RI. Hingga Oktober 2017, Pemerintah telah membangun 33 waduk atau bendungan. Pada Selasa sore 9 Januari 2018, Presiden RI Joko Widodo meresmikan Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT (Setkab RI, 9/1/2018).

Bendungan dan embung meningkatkan kegiatan ekonomi, pertanian dan peternakan dari Rakyat NTT. “Pertanian menghasilkan swasembada pangan Rakyat NTT. Peternakan meningkatkan suplai ternak ke wilayah lain Negara RI. Semua ini memulihkan dan meningkatkan standar kehidupan  sosial-ekonomi Rakyat. Dari sudut ekosistem, bendungan dan embung menyumbang penghijauan wilayah NTT yang selama ini rata-rata gersang,” ujar Dr. Philips Ngorang. 

Oleh Fens Alwino

Penerbit


Dollar AS vs Xi-Diplomacy

Perang dollar AS vs Xi-Diplomacy belum memicu ke arah resesi global (lihat grafik). Bagi Rakyat dan Pemerintah Negara RI, pilihannya ialah kemitraan atau kerjasama melahirkan tata tertib dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan serta ramah lingkungan. Ini amanat Pembukaan UUD 1945. Ini pula peluang dan tantangan bagi Negara RI yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga tahun 2021. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita