• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Pertamina Kelola 100% Migas Blok Mahakam : Momentum Bangun Nasionalisme Bermutu

Sejak Senin 1 Januari 2018, sumber alam minyak dan gas (migas) Blok Mahakam di Kalimantan Timur, dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk Pemerintah menjadi pengelola Wilayah Kerja (WK) Blok Mahakam sejak 1 Januari 2018, usai berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dari pengelolaan oleh Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation akhir 2017.

“Saya serahkan kepada Pertamina. Dulu kita satu persen saja enggak punya saham di situ, sekarang 100 persen. Ini berikan ke Pertamina,” Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Tahun 2018, Senin Sore 8 Januari 2018 di Auditorium Tilangga, Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) (Setkab RI, 9/1/2018).

Dasar dan arah kebijakan Pemerintah RI di bawah Presiden RI Joko Widodo tersebut di atas, menurut Dr. Maxensius Tri Sambodo, merupakan momentum pilihan kebijakan sangat baik dan perlu menjadi prioritas guna membangun nasionalisme bermutu dan bukan kaleng kosong, yang diukur dari kemakmuran Rakyat dan sehat-lestarinya ekosistem Negara RI. Amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam Negara RI dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran Rakyat.

“Kita melihat Tiongkok mampu mengelola sumber daya alamnya dan bahkan ekspansi ke luar negeri. Kita mampu seperti itu. Dari sisi sumber daya manusia, ada Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), atau lembaga-lembaga riset Negara RI. Kita juga dapat bekerja sama dengan perusahan migas Shell asal Belanda, perusahan minyak British Petroleum asal Inggris, atau Total,” papar Dr. Maxensius Tri Sambodo, ahli ekonomi lingkungan dan energi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kepada Staging-Point.Com di sela-sela workhop LIPI, Lantai 5 Gedung LIPI, Puslit Ekonomi, Jakarta, Kamis 18 Januari 2018.

Sejarah pengelolaan oleh pihak asing di kegiatan usaha hulu migas Wilayah Kerja (WK) Blok Mahakam memiliki jejak panjang selama 50 tahun. Pada 6 Oktober 1966, Pemerintah RI menandatangani kontrak bagi hasil Blok Mahakam dengan investor asing, PT Total E&P Indonesia (TEPI) dan Inpex Corporation asal Jepang. Pada 30 Maret 1997, kontrak ini diperpanjang oleh Pemerintah untuk jangka waktu 20 tahun hingga 31 Desember 2017.  TEPI didirikan dengan perusahan induk Tota asal Perancis, pada 14 Agustus 1968 di Jakarta.

Pada 14 April 2015 melalui Surat Nomor 2793/13/MEM.M/2015 Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja Mahakam dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Total dan Inpex, tidak diperpanjang oleh Pemerintah. Pemerintah mengambil-alih dan menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam (Wilayah Kerja Mahakam) kepada PT Pertamina Persero sejak berakhirnya kontrak kerjasama dengan PT Total E&P Indonesia dan Inpex Corporation (Setkab RI, 25/5/2015).

Sebanyak 1.885 pegawai Total E&P Indonesie (TEPI) menjadi pegawai PT Peramina Hulu Mahakam (PHM) untuk menggarap Blok Mahakam di Kalimantan Timur per 1 Januari 2018. Jumlah tersebut sebanyak 98,23% dari total 1.919 pegawai Total. Dengan rincian, sebanyak 8 pegawai mengisi jabatan Vice President, Executive Vice President, dan General Manager;  53 pegawai mengisi  level Manager dan Head, serta 1.824 pegawai menjadi Staf  (PHI, 9/11/2017).

Apakah teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bangsa Indonesia sudah siap mengelola Blok Mahakam? Menurut Dr. Maxensius Tri Sambodo, Bangsa Indonesia saat ini rata-rata memiliki dan menguasai sekitar 60% teknologi perminyakan seperti industri pengolahan migas. Sisanya masih impor. “Saat ini, kita tentu tidak bisa berharap 100 persen perusahaan nasional. Namun, dengan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang semakin tinggi, keyakinan kita semakin terpacu untuk mengelola sumber daya alam kita sendiri,” ujar Dr. Maxensius Tri Sambodo, alumnus S3 bidang analisa sistem sosial GRIPS University, Jepang.

Untuk menjaga produksi (pengeboran dan pemeliharaan fasilitas) Blok Mahakam, dibutuhkan dana sekitar 700 juta dollar AS. Tahun 2017, total produksi gas Blok Mahakam mencapai 1,43 miliar kaki kubik per hari (bcfd) dan produksi minyak mencapai 53 ribu barel per hati (bpd) (Reuters, 2/11/2017). Menurut data SKK Migas (November, 2017), Wilayah Kerja Blok Mahakam memproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari. Cadangan terbukti Blok Mahakam hingga 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak dan 45 juta barrel kondensat.

Pada akhir Desember 2017, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengizinkan PT Pertamina melepas maksimal 39% saham Blok Mahakam kepada TEPI dan Inpex Corporation. Jumlah ini lebih besar dari rancangan Juni 2015 yakni Pertamina dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalimantan Timur memperoleh interes 70%; sedangkan pengelola lama Total dan Inpex memperoleh 30% (Setkab RI, 19/6/2015). Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 tahun 2004, Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) berhak atas 10% saham (participating interest) Wilayah Kerja Blok Mahakam di Kalimantan Timur.

(Staging-Point.com/2018/01/21)

Oleh Eko Budi Raharta

Penerbit


Dollar AS vs Xi-Diplomacy

Perang dollar AS vs Xi-Diplomacy belum memicu ke arah resesi global (lihat grafik). Bagi Rakyat dan Pemerintah Negara RI, pilihannya ialah kemitraan atau kerjasama melahirkan tata tertib dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan serta ramah lingkungan. Ini amanat Pembukaan UUD 1945. Ini pula peluang dan tantangan bagi Negara RI yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga tahun 2021. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita