• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Infrastruktur Zona Timur RI: Wujudkan Persatuan & Keadilan

Melalui pembangunan infrastruktur, Pemerintah RI hendak meraih manfaat ekonomi, nilai persatuan dan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat di Negara RI. Begitu rilis dasar dan arah kebijakan infrastruktur Presiden RI awal tahun 2018 ini. “Banyak orang hanya melihat fisiknya. Kenapa airport di Pulau Miangas kita bangun? Kenapa runway di Pulau Rote, di Kabupaten Rote Ndao juga kita perpanjang. Karena dengan infrastruktur inilah, kita ingin mempersatukan Bangsa yang sangat besar ini,” papar Presiden RI Joko Widodo di depan Kongres ke-30 dan MPA ke-29 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di GOR Dempo Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatra Selatan, Senin siang (22/1/2018) (Setkab RI, 22/1/2018).

Nilai dan manfaat ekonomi pembangunan infrastruktur, menurut Dr Hisar Sirait, MA, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi karena mendekatkan sumber produksi ke konsumsi. “Infrastruktur mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendekatkan sumber produksi ke konsumsi. Selama ini kesulitan utamanya adalah pemindahan dari titik produksi ke titik konsumsi. Akses ke sumber-sumber produksi terutama di kawasan timur Indonesia masih sulit karena banyak daerah terisolasi dan tidak dibangun bertahun-tahun,” ungkap Dr. Hisar Sirait, MA, Rektor Institut Bisnis dan Informatika Indonesia Kwik Kian Gie (IBII KKG) kepada Staging-Point.Com di  Lantai 8, IBII KKG, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Manfaat dan sasaran lain pembangunan infrastruktur, menurut Presiden RI Joko Widodo, yakni mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. “Jangan sampai ada ketimpangan antarwilayah yang sangat jomplang, yang sangat lebar sekali. Jangan hanya kita yang ada di Jawa dan di Sumatera saja. Negara ini adalah Negara besar dan perlu kita bangun bersama-sama, bekerja bersama-sama, bergotong-royong bersama-sama agar Negara kita segera menjadi Negara maju, Negara kuat, Negara adil, Negara makmur, Negara yang sejahtera,” kata Presiden RI Joko Widodo.

Nilai keadilan sosial dari pembangunan infrastruktur, menurut Dr Hisar Sirait, MA, antara lain, tercipta kesempatan bagi Rakyat untuk mendapatkan hak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak. “Dari sisi sosial ekonomi, pembangunan infrastruktur dapat menciptakan kesempatan kerja. Dengan membangun infrastruktur, tenaga kerja pun banyak yang terserap sehingga pengangguran dan kemiskinan bisa berkurang. Dari sisi lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur telah mempertimbangkan risiko kerusakan lingkungan hidup sampai tingkat yang sangat minimal. Pasti sudah melewati analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL),” ungkap Dr. Hisar Sirait, MA.

“Indonesia ini bukan hanya Jawa dan Sumatera, tapi dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote.  Selama ini konsentrasi pembangunan infrastruktur adalah kawasan barat Indonesia. Membangun infrastruktur di kawasan timur adalah praktek keadilan sosial, yakni menciptakan pemerataan bagi seluruh kawasan dan masyarakat Indonesia,” tegas Dr. Hisar Sirait, MA.

Sejak awal 2015, Pemerintah RI membangun infrastruktur di zona timur Negara RI. Misalnya, groundbreaking pelabuhan Makassar (Sulawesi Selatan), pelabuhan dan zona industri 2000 ha dan pelabuhan besar di Sorong (Papua) dengan luas sekitar 7.000 ha untuk pelabuhan, powerplan, dan kawasan industri. “Hanya dengan cara-cara seperti inilah (infrastruktur), saya meyakini Indonesia bagian Timur akan bisa berkembang dengan cepat dan lebih baik,” ungkap Joko Widodo saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Timur dan Trade and Investment Forum for Eastern Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin sore (25/5/2015) (Setkab RI, 25/5/2015).

Potensi dan kekuatan zona timur RI, menurut Presiden RI, sangat besar sekali. “Di seluruh Tanah Air, ada 7.000 kapal yang lalu lalang dibiarkan mengambil ikan-ikan dan perhitungannya adalah Indonesia kehilangan Rp 300 triliun setiap tahunnya, dan hampir 70-80% ikan-ikan itu ada di bagian Timur Indonesia,” papar Presiden RI Joko Widodo di depan peserta Rakernas  Kadin Timur tersebut.

Seperti Presiden RI Joko Widodo, Dr Hisar Sirait, MA, juga melihat potensi dan kekuatan kawasan timur Negara RI. “Kawasan timur Indonesia kaya Sumber Daya Alam (SDA) seperti hutan, ikan, rempah-rempah, minyak, dan hasil tambang. Tanpa infrastruktur, pemindahan dari titik produksi ke titik konsumsi sulit. Membangun infrastruktur berarti membuka daerah-daerah terisolasi,” ujar Dr. Hisar Sirait, MA.

Melalui pembangunan infrastruktur, kata Dr Hisar Sirait, MA, Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo, dapat mengatasi ketimpangan antarkawasan barat dan timur Indonesia selama ini. “Sebelum Presiden RI Joko Widodo, ketimpangan antarkawasan timur dan barat Indonesia sangat mencolok. Kawasan Barat jauh lebih maju daripada Kawasan Timur yang miskin dan terisolasi. Pendidikan rendah, kemiskinan ekonomi, dan pelayanan kesehatan buruk, semuanya ada di kawasan timur Indonesia. Pembangunan infrastruktur dari Presiden RI Joko Widodo dapat mengatasi ketimpangan itu,” papar Dr. Hisar Sirait, MA.

(Staging-Point.com/2018/01/26)

Oleh Fens Alwino

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita