• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Permukaan Laut Naik, Ancam 13.000 Situs Arkeologis AS

Jika proyeksi kecenderungan kenaikan permukaan laut masih berlanjut seperti awal abad 21 ini, sekitar 13.000 situs arkeologis, termasuk lebih dari 1.000 properti budaya  yang telah terdaftar dalam National Register of Historic Places di zona tenggara Amerika Serikat, bakal terendam air laut dengan ketinggian sekitar 1 (satu) meter.

Begitu hasil riset dan analisis David Anderson dari University of Tennessee, Knoxville, USA, dan koleganya. Banyak pula situs-situs sejarah, arkeologis, pemakaman dan lansekap di pantai Gulf dan Atlantik zona tenggara Amerika Serikat, yang belum terdaftar, bakal terendam air laut di zona ini. Hasil riset ini dirilis oleh jurnal PLOS ONE edisi 29 November 2017.

Untuk memperkirakan dampak kenaikan permukaan laut terhadap situs-situs arkeologis tersebut, para peneliti menganalisis data peninggalan arkeologis yang terpadu dari Digital Index of North American Archaeology (DINAA), Amerika Serikat. DINAA menghimpun data sejarah dan arkeologis selama 100 tahun terakhir dari berbagai sumber (Public Library of Science, 29/11/2017).

Program DINAA dibiayai oleh National Science Foundation dan Institute of Museum and Library Services yang tidak membiayai desain riset, pengumpulan data, analisis data, kesimpulan dan penerbitan riset David Anderson dan koleganya.

Data DINNA tentang gambaran titik zona terkena dampak kenaikan permukaan laut dan risiko-risikonya sangat bermanfat dan penting dalam rangka penyusunan prosedur sampling, skala darurat, urgensi dan prioritas (triage), dan upaya-upaya kendali risiko atau mitigasi. Riset itu juga dapat memandu perkiraan akurat dan pembuatan keputusan guna merespons dampak perubahan iklim, cuaca ekstrim, dan pengungsian warga.

“Sea-level rise in the coming years will destroy vast numbers of archaeological sites, buildings, cemeteries, and cultural landscapes. Developing informatics capabilities at regional and continental scales like DINAA (Digital Index of North American Archaeology) is essential if we are to effectively plan for, and help mitigate, this loss of human history,” papar Anderson (Anderson et al., 2017).

Kira-kira tahun 2060-an, besar kenaikan permukaan laut abad 21, baru dapat diketahui dengan jelas dan tepat. Begitu hasil riset dan kajian tim ahli Rutgers University-New Brunswick, New Jersey (Amerika Serikat), yang dipimpin oleh Profesor Robert E. Kopp dari Department of Earth and Planetary Sciences, Rutgers University. Riset dan analisis ini memadukan proyeksi kenaikan permukaan laut lokal dan global dengan simulasi khususnya dampak perubahan iklim terhadap lapisan es Antartika. Perkiraan awal abad 21 memproyeksikan kenaikan dua kaki permukaan laut global tahun 2100 yang mempengaruhi kehidupan 100 juta warga pesisir pantai (Robert E. Kopp et al/Earth’s Future, 13/12/2017

(Staging-Point.com/2017/12/31)

Oleh Servas Pandur

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita