• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Progam Atlet PNS : Perlu Pelatihan & Jenjang Karir

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, mengumumkan pengangkatan 137 atlet Negara RI, yang berprestasi, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kemenpora, Rabu pagi (17/1/2018), Jakarta (Setkab RI, 17/1/2018).

Presiden RI Joko Widodo merilis rencana kebijakan ini pada saat menerima Atlet, Pelatih, dan Official National Paragames Commitee (NPC) di Istana Negara, Jakarta, Senin 2 Oktober 2017. “Ya nanti diatur. Saya kira kan di PNS ada aturannya. Mungkin akan di BUMN. Mungkin. Pak Menteri mungkin biar mengatur,” ujar Presiden RI Joko Widodo terhadap permintaan atlet renang peraih emas, Laura Aurelia, agar atlet peraih emas dan pelatihnya diangkat menjadi PNS  (Setkab RI, 4/10/2017).

Dra Endang Sri Soesilowati, MA, MS, PhD, mendukung program atlet nasional yang berprestasi dan pelatihnya untuk diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Dengan olahraga, diharapkan Rakyat akan sehat dan kuat. Rakyat sehat, Negara kuat. Daya saingnya ikut meningkat. Maka atlet berprestasi layak diangkat menjadi PNS. Sehingga jika si atlet nanti tidak berprestasi lagi atau usia tua, ia masih mendapat penghasilan tetap dari Negara,” ungkap Dra Endang Sri Soesilowati, MA, MS, PhD, kepada Staging-Point.com, Jumat (26/1/2018) di Widya Graha LIPI Jakarta.  

Selain itu, Endang Sri Soesilowati, alumnus S-2 Universitas Indonesia (UI) dan Anglia University (Inggris), melihat bahwa banyak atlet nasional berprestasi pada masa pemerintahan Presiden RI Soeharto, pada masa tua hidupnya sengsara dan terlunta-lunta tanpa penghasilan tetap. Padahal, menurut Endang Sri Soesilowati, alumnus S-3 asal Monash University (Australia), kemajuan olahraga banyak sekali berkaitan dengan perkembangan suatu masyarakat, selera, jiwa jaman, perkembangan ilmu bahkan teknologi.

Dra Endang Sri Soesilowati, MA, MS, PhD, menyebut contoh bahwa nasionalisme dan persaingan antara negara-negara pada blok Uni Soviet vs blok Amerika Serikat. “Tiongkok, Eropa Timur, dan Korea Utara memobilisasi Rakyat agar berprestasi pada ajang-ajang olahraga dunia. Jangan sampai kalah dari negara-negara kapitalis-liberal. Ini mereka buktikan di berbagai event olahraga kelas dunia, seperti Olimpiade atau kejuaraan-kejuaraan olahraga dunia lainnya,” ungkap Endang Sri Soesilowati.

Kini banyak ahli meriset dan mengembangkan jenis pendidikan dan pelatihan fisik yang memacu perkembangan otak (brain-development) dan kebugaran fisik anak-anak. Misalnya, jenis olahraga Integrative Neuromuscular Training (INT) seperti latihan beban, olahraga balon, gerakan dasar fisik dan kekuatan perut yang merangsang dan menguji pikiran dan tubuh anak. INT diciptakan oleh ahli sports-medicine Dr. Gregory D. Myer pada the Division of Sports Medicine, Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, Inggris, tahun 2011(Kathryn Doyle/Reuters , 4/2/2015).

Tahun 2003, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis promosi olahraga di seluruh dunia yakni “Sport offer cost-effective tool to meet many development and peace challenges.” (UN, 2003). PBB hendak memajukan olahraga berbasis masyarakat (mass-sports), bukan hanya olahraga elit atau olahraga lomba (elite-sports) (Girginov, et al, 2009:161-181). Tahun 2015, Inggris merilis program khusus olahraga agar Rakyat sehat. Karena sekitar 1 dari 6 kematian karena tidak olahraga atau sangat kurang kegiatan fisik di Inggris (Jane Ellison, 2015:14).        

Jadi, pelatihan SDM bidang olahraga Rakyat atau olahraga lomba (elite-sports) sangat bermanfaat bagi kemajuan masyarakat. Karena itu, Endang Sri Soesilowati mengusulkan perlunya program pelatihan dan penjenjangan karir bagi atlet-atlet seperti halnya PNS. “Para atlet atau mantan atlet tidak merasa dibiarkan begitu saja setelah diangkat menjadi PNS, tetapi tetap dilatih bidang skil-skil kepemimpinan, tata-kelola organisasi, kerjasama, manajemen olahraga, dan lain-lain untuk kemajuan dirinya, prestasi kerjanya sebagai PNS, dan masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya. 

(Staging-Point.com/2018/02/04)

Oleh Eko Budi Raharta

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita