• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Perlu Intelijen Daya-Saing Perkuat Investasi & Dagang RI

Rating kepercayaan internasional terhadap investasi ke zona rupiah di Negara RI meningkat akhir tahun 2017. Kemudahan berbisnis di Negara RI menempati level 120 tahun 2014, dan naik ke level 72 akhir tahun 2017. Begitu pula lembaga rating seperti Standard & Poor dan Fitch Rating menempatkan kelas keamanan investasi (investment grade) Negara RI juga naik. Di depan Rapat Terbatas (Ratas) Peningkatan Investasi dan Perdagangan pada hari Rabu (31/1/2018) di Istana Presiden RI, Jakarta, tren ini merupakan momentum “loncatan sangat besar sekali” (Setkab RI, 31/1/2018).

“Sekali lagi saya ingin lebih fokus dan konsentrasi lagi pada yang namanya investasi. Kemudian yang kedua yang namanya ekspor perdagangan luar negeri. Kita ini, kalau diibaratkan orang sakit, kita ini baik semuanya. Kolesterol baik, jantung baik, paru-paru baik, darah tinggi juga tidak ada, tapi kok enggak bisa lari cepat. Problemnya harus dicari. Enggak perlu obat, tapi problemnya harus dicari, di sebelah mana. Semuanya harus satu garis, satu arah, sehingga problem-problem yang dihadapi di lapangan itu betul-betul bisa kita tangani dengan baik,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 31/1/2018).

Kendala birokrasi rumit, peraturan acapkali berubah dan mendadak, dapat memicu risiko bagi para investor. Hal ini langka terjadi di negara seperti Vietnam dan Thailand akhir-akhir ini. Februari 2016, Pemerintah merilis pernyataan kebijakan (policy statements) bahwa sektor e-commerce dan telekomunikasi termasuk “big bang”. Berikutnya, Pemerintah merilis rencana perubahan “negative investment list”—daftar negatif investasi bagi aliran investasi asing. Pasar ingin realisasi dari program kebijakan seperti ini. Hal-hal semacam ini acapkali menjadi keluhan kalangan investor (Reuters, 2/1/2018).

Pertumbuhan ekonomi Negara RI sekitar 5% per tahun, tampaknya masih digerakan oleh konsumsi. Tahun 2017, aliran investasi asing (foreign direct investment / FDI) naik sekitar 8,5% dari tahun 2016. Tahun 2017, investasi asing langsung ke Negara RI, selain bank dan migas, mencapai Rp 430,5 triliun atau sekitar 32 miliar dollar AS (Tabita Diela/Reuters, 2/2/2018).

Untuk mendongkrak investasi dan perdagangan luar negeri, kita perlu belajar dari Jepang dan India di zona Asia. Akhir abad 20, India mengembangkan unit khusus intelijen bidang ekonomi khususnya komoditi-komoditi atau produk-produk ekspor India dan kompetitornya di pasar global. Daya saing ekspor India didukung oleh kinerja intelijen daya-saing yang handal.

Di Asia, Jepang sangat piawai dan sukses memadukan intelijen daya-saing dari Pemerintah dan sektor-sektor industri dalam negerinya. Pemerintah Jepang melakukan hal ini sejak awal usai Perang Dunia II. Jepang merintis model-model kultur intelijen daya-saing (Kahaner, 1996:16). Jepang melibatkan agen-agen sangat terlatih dari badan-badan intelijen Negara dan perusahan-perusahan swasta di Jepang, khususnya perusahan dagang untuk mengumpulkan dan melaporkan kondisi-kondisi khusus dari seluruh pasar dunia. Informasi ini dianalisa dan diseminasi ke pimpinan bisnis di seluruh Jepang (Kahaner, 1996:17).

Jadi, Pemerintah perlu membentuk unit khusus intelijen daya saing yang bermitra dengan sektor swasta. Ini pengalaman keberhasilan Jepang di pasar global. Di sisi lain, berbagai dinamika global sejak akhir abad 20 memang sangat mengandalkan intelijen daya-saing (competitiveness intelligence). Karena lingkungan pasar berbagai negara akhir-akhir ini kian dinamis dan rumit dengan persaingan sangat ketat (Hitt Ireland and Hoskinsson, 2000:208).

Apalagi, kecepatan perubahan bisnis, keberhasilan perusahan, sektor industri, bisnis, dan perekonomian negara akhir-akhir ini banyak ditentukan oleh kehandalan manajemen informasi (Fleisher, 2000:14; Kahaner, 1996:28). Semakin meningkat persaingan dan ekspansi atau agresi bisnis skala global (Fleisher et al, 2001:25, 31). Maka intelijen daya-saing semakin diakui sebagai unsur pokok dan penentu dari efektivitas manajemen perusahan, investasi, dan perdagangan di berbagai zona pasar dunia (Shaker et al, 1999:18).

Kita melihat tren di berbagai negara akhir-akhir ini yang mengadopsi penerapan intelijen daya saing sebagai kebijakan publik (public policy) guna mendukung kinerja usaha-usaha skala kecil dan menengah. Di Eropa, pionirnya ialah Perancis. Kini tiba saatnya, kinerja investasi dan perdagangan luar negeri dari Negara RI, didukung oleh sistem intelijen daya-saing handal

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita