• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Perikanan Negara RI : Perlu Belajar Dari Jepang & Tiongkok

Ikan termasuk nutrisi yang menyehatkan dan sangat pokok bagi kerja otak anak. Sekitar 500 juta orang bekerja di sektor perikanan di seluruh negara berkembang (Asia, Afrika, dan Amerika Selatan) hingga tahun 2017. Ini potensi sangat luar biasa di bidang sosial-ekonomi.

Akhir 2017, riset Jianghong Liu, Jennifer Pinto-Martin (Center for Public Health Initiatives) dan Alexandra Hanlon (School of Nursing) dan Profesor Adrian Raine (University of Pennsylvania) menemukan bahwa anak-anak yang makan ikan sekurang-kurangnya sekali per minggu, memiliki skor IQ lebih tinggi 4 (empat) poin dan tidur lebih baik, jika dibanding anak-anak yang kurang makan ikan atau sama sekali tidak makan ikan (Nature, 21/12/2017).

Zona Negara RI selama ini merupakan zona Coral Triangle dari batu karang (coral reef) yang merupakan zona terbesar bagi keragaman ikan dunia sekitar 1.650 spesies ikan yang hidup di lautan atau perairan Negara RI. Namun, hingga kini, Negara RI belum berhasil menggeser Tiongkok dan India sebagai negara produser ikan terbanyak di dunia (The Daily Records, 2017). Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menyatakan : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran Rakyat.”

Luas wilayah laut Indonesia mencapai 5,9 juta km2 (Luas Laut Yuridiksi Nasional), yang terdiri dari 2,9 juta km2 Laut Nusantara, 0,3 juta km2 Laut Teritorial dan 2,7 km2 Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Luas daratan Negara RI mencapai 1,9 juta km2. Negara RI terbentang antara Benua Asia dan Australia dan memiliki 2 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang telah ditetapkan berdasarkan konvensi hukum laut internasional.

Apakah Pemerintah dan Rakyat Negara RI telah memanfaatkan potensi sektor perikanan dan kelautan tersebut di atas? Ada operasi penangkapan dan penenggelaman kapal-kapal penangkap iklan ilegal di perairan Negara RI. Baru-baru ini menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 294 K/10/MEM/2018, sejak 26 Januari tahun 2018, PT Pertamina (Persero) menyediakan, mendistribusikan, dan memasang 25.000 paket konverter kit Liquified Petroleum Gas (LPG 3) kg untuk kapal perikanan dari nelayan-nelayan di 18 wilayah  provinsi Negara RI pada tahun 2018 (Setkab RI, 5/2/2018).

Ke-18 wilayah Negara RI tersebut adalah Provinsi Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Paket konverter kit LPG 3 tersebut terdiri dari pipa penyalur (selang), pengatur (regulator), pencampur (mixer/injector) dan alat pendukungnya, tabung LPG, LPG, as panjang, baling-baling dan alat kelengkapannya. Sumber biayanya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2018. Tahun 2016, 5.473 konverter kit dibagi kepada nelayan dan tahun 2017, sebanyak 17.081 unit konverter kit dibagi kepada nelayan untuk mengurangi biaya operasional nelayan sekitar Rp 30 ribu – Rp 50 ribu per hari, energi bersih, dan mengurangi konsumsi BBM (bahan bakar minyak).

Tiongkok merupakan produsen ikan terbanyak di dunia hingga mencapai 60,2% dan India menempati urutan ke-2 besar 5,82% dari total produksi ikan dunia (IPB, Inc, 2015:88).  Rata-rata produksi penangkapan ikan di zona Negara RI periode 2003-2012 berkisar 4.745.727 ton. Sedangkan produksi ikan Tiongkok mencapai rata-rata 12 759 922 tahun 2003-2012. Pada periode yang sama, jumlah produksi penangkapan ikan Jepang berkisar 4.146.622 ton per tahun (FAO, 2014)

Sebanyak 9 dari 10 negara produsen ikan dunia berasal dari Asia seperti Tiongkok, India, Filipina, Negara RI, Jepang, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, dan Bangladesh. Meskipun Negara RI dan India mengalahkan posisi Jepang, namun nilai ikan Jepang lebih tinggi hingga mencapai 6% dari total nilai pasar ikan dunia (K.Venkiteswaran, 2018)

Maka kini, tiba saatnya, kita belajar dari Jepang dan Tiongkok yang sangat sukses membangun dan mengembangkan farming fish dan aquaculture cultivating guna meningkatkan produksi ikannya. Teknologi Tiongkok sangat efisien dan efektif mendorong produksi ikan secara berkelanjutan. Sektor perikanan Tiongkok mampu menyerap 14 juta tenaga kerja.

 

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita