• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


LIPI WISELAND Kurangi Risiko Bencana Longsor & Tingkatkan Kesiapsiagaan

Kamis pagi (22/2/2018), Presiden RI Joko Widodo merilis instruksi kepada instansi terkait untuk bergerak cepat mengevakuasi korban musibah longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, 5 orang tewas, 14 orang luka-luka, dan 11 lainnya hilang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian RI (Polri), Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia, Taruna Siaga Bencana dan masyarakat mencari korban hilang dan mengevakuasi korban. Tanahnya bergerak, material longsor gembur, tebal, dan cukup luas (Setkab RI, 22/2/2018).

Menurut Dr. Adrin Tohari, M.Eng, Geotechnical Engineer-Landslide Research Group, Research Center for Geotechnology Indonesian Institute of Sciences (LIPI), Bandung (Jawa Barat), instruksi Presiden RI Joko Widodo terhadap korban bencana tanah longsor di berbagai daerah Negara RI merupakan bentuk pelaksanaan tugas konstitusional Pemerintah Negara RI untuk melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah sesuai amanat alinea IV Pembukaan UUD 1945.

“Mengunjungi Rakyat yang sedang tertimpa bencana tanah longsor, termasuk satu wujud pelaksanaan tugas konstitusional Presiden RI melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah. Di sana Presiden dapat melihat langsung besar dan luas dampak bencana dan apa yang paling diperlukan masyarakat di daerah bencana tersebut. Sehingga Presiden dapat memberi instruksi kepada jajaran kementerian teknis terkait dan BNPB untuk segera melakukan upaya-upaya tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi serta pencegahan bencana tanah longsor di masa mendatang,” papar Dr. Adrin Tohari, M.Eng., kepada Staging-Point.Com via email, Rabu (7/3/2018).

Pada hari Minggu (14/12/2014) di Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo merilis peringatan tentang perlunya kewaspadaan masyarakat  dan semua pihak karena letak geografisnya Negara RI, khususnya Pulau Jawa, rawan terhadap bencana alam. Misalnya, BNPB (19/6/2016) melaporkan bahwa hingga Minggu (19/6/2016), jumlah korban akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah mencapai 35 orang tewas, 25 orang hilang, 14 orang luka-luka, ratusan rumah rusak, dan kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah (Setkab RI, 19/6/2016).

“Tidak cuma 1, 2, 3, 4, atau 5 titik, tapi ratusan titik di tanah air yang rawan longsor terutama di pulau Jawa. Semuanya kita harus waspada,” papar Presiden RI Joko Widodo di Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) jelang keberangkatannya untuk mengunjungi korban longsor di Banjarnegara (Jawa Tengah). Data BNPB (14/12/2014) melaporkan bahwa korban musibah tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang,Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara pada hari Jumat (12/12/2014), mencapai 20 orang tewas, 11 luka berat, 4 luka ringan dan 88 orang lainnya yang dicari (Setkab RI, 14/12/2014).

Menurut Dr. Adrin Tohari, M.Eng., hingga saat ini upaya pemantauan bahaya tanah longsor di Negara RI, masih menggunakan pendekatan konvensional. “Semua sensor pada pendekatan konvesional hanya dapat berkomunikasi dengan base-station jarak tertentu yang membatasi luasan daerah pemantauan; sensor-sensor hanya memantau pergerakan lereng sehingga hanya dapat diterapkan di daerah yang sudah terdapat indikasi pergerakan. Sistem ini hanya memberi peringatan ketika pergerakan tanah terjadi. Akibatnya, masyarakat di daerah bahaya hanya mempunyai waktu yang singkat untuk melakukan evakuasi,” papar Dr. Adrin Tohari, M.Eng.

Untuk mengatasi kelemahan pendekatan konvesional dalam upaya pantau bahaya tanah longsor, Dr. Adrin Tohari, M.Eng. menyarankan penggunaan dan pengembangan LIPI WISELAND yakni sistem pemantau bahaya tanah longsor berbasis jejaring sensor nirkabel. “Sistem pemantauan ini (LIPI WISELAND, red) mampu memantau pergerakan lereng di daerah yang luas. Jaringan sensor nirkabelnya terdiri dari modul-modul sensor kadar air, tekanan air tanah, curah hujan, tiltmeter dan ekstensometer. Sistem pemantauan bahaya tanah longsor tidak hanya memantau pergerakan, tetapi mampu mendeteksi kondisi hidrologi yang menyebabkan munculnya pergerakan tanah,” papar  Dr. Adrin Tohari, M.Eng.

Pengembangan WISELAND dapat menghasilkan sistem pemantauan bahaya dan potensi tanah longsor daerah yang luas. Pemantauannya efektif mendeteksi kondisi hidrologi lerengnya agar masyarakat mempunyai waktu yang cukup untuk evakuasi. Setiap sensor module dan sensor jenis lainnya dalam WISELAND saling berkomunikasi satu dengan lainnya untuk mengirimkan data ke unit gateway (base-station) melalui teknologi komunikasi berbasis zigbee dan jaringan GSM/GPRS. Data yang diterima di server, diolah dan disajikan dalam bentuk grafik dan tabel yang dapat diakses melalui website secara real-time. “Berdasarkan analisis data pemantauan tersebut, maka dapat ditentukan status ancaman tanah longsor sebagai dasar untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat untuk melakukan evakuasi dari daerah bahaya tersebut,” ungkap Dr. Adrin Tohari, M.Eng.

Pengembangan LIPI WISELAND tahun 2015-2017 menghasilkan LIPI WISELAND versi 3.0 berdasarkan evaluasi kinerja LIPI WISELAND versi sebelumnya. Sensor module LIPI WISELAND versi 1.0 dan versi 2.0 masih menggunakan baterai aki dan panel surya dengan dimensi yang cukup besar karena catu daya mengoperasikan sensor module sebesar 12V, 12 AH. Evaluasi kinerja WISELAND versi 2.0 menghasilkan WISELAND versi 3.0 yang terdiri dari stand-alone sensor dengan menggunakan catu daya mandiri yang lebih kecil sebesar 3.7V 9300mAh dengan menggunakan panel surya mini.

LIPI WISELAND, menurut Dr. Adrin Tohari, M.Eng., termasuk teknologi yang mampu mengurangi risiko bencana tanah longsor dan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi potensi bencana tanah longsor. Dua tantangan pengembangan teknologi ini yakni teknologi komunikasi WIFI dan sensor-sensor handy dan efisien sistem catu daya mandiri. “Tantangan pengembangan LIPI WISELAND ialah ketersediaan teknologi komunikasi WIFI dengan jangkauan jauh dan tidak memerlukan catu daya besar.  Untuk menghasilkan sistem pemantauan real-time yang efektif dan sederhana, tantangannya adalah pengembangan sensor-sensor handy dan efisien dengan sistem catu daya mandiri,” papar Dr. Adrin Tohari, M.Eng.

Selain itu, Dr. Adrin Tohari, M.Eng melihat bahwa penanganan bencana alam di Negara RI memerlukan penyederhanaan mata-rantai birokrasi dan upaya koordinatif sesuai Instruksi Presiden, yang terukur dari jajaran kementerian dan lembaga terkait, khususnya di daerah-daerah risiko bencana. “Penananganan bencana memerlukan upaya koordinatif jajaran kementrian dan Lembaga terkait agar masyarakat di daerah risiko bencana dapat segera merasakan manfaat upaya-upaya pihak-pihak tersebut dan merasakan kehadiran Negara memberikan perlindungan terhadap ancaman tanah longsor. Selain itu, dalam penanganan bencana, rantai birokrasi perlu disederhanakan sehingga upaya pencegahan bencana dapat dilaksanakan seefektif mungkin,” papar Dr. Adrin Tohari, M.Eng. 

Oleh Fens Alwino

Penerbit


Ekonomi RI & Potensi Resesi AS

Akhir 2018, Pemerintah RI siap menanda tangan kesepakatan investasi dan perdagangan bebas dengan Swiss, Liechtenstein, Norwegia dan Iceland (negara EFTA). Total nilai perdagangan RI-EFTA tahun 217 mencapai 2,4 miliar dollar AS dengan surplus sekitar 212 juta dollar AS. (Bernadette Christina Munthe/Reuters, 24/11/2018). Berikutnya, awal November 2018, Pemerintah RI berupaya menyepakati ekspor senilai 1,5 miliar dollar AS CPO per tahun ke Pakistan (Reuters, 8/11/2018). Total produksi minyak sawit RI tahun 2018 mencapai 42 juta ton (Fransiska Nango, 2/11/2018). Di Jakarta, perusahan Korea Selatan, seperti Parkland, LS Cable & System Asia Ltd, Sae-A Trading, Taekwang Industrial Co Ltd, World Power Tech and InterVet, Hyundai Engineering & Construction Co Ltd, Doosan Heavy Industries & Construction Co Ltd, Midland Power Co Ltd, POSCO Engineering & Construction Co Ltd and Hyundai Engineering Co Ltd, membuat 15 MoU dan 6 komitmen investasi di Negara RI (Reuters, 11/9/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita