• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Indonesia Raya, AIIB & Jalur Sutera Tiongkok

Pada 7 September 2013, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, merilis pidato “Sabuk Ekonomi Jalur Sutera” (Slik Road Economic Belt) di Astana, Kazakhstan (Fallon, 2015:140; Du, 2015:A9; Yiwei, 2016:93). Visi ini dipaparkan oleh Presiden Xi Jinping di depan DPR RI dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Oktober 2013 di Jakarta, Negara RI. Isinya ialah “21st Century Maritime Silk Road” atau Jalur Sutera Maritim Abad 21 (Kon, 2016:1; Wong, 2015:9).

Secara strategis di depan sesi kajian Politbiro Partai Komunis RRT pada Desember 2014 di Beijing (Tiongkok), Presiden Xi Jinping menjabarkan visi “xin yi lun duiwai kaifang” atau “new round of opening to the world” melalui racik-ulang tata-ekonomi politik Asia Tengah dan Asia Pasifik melalui revitalisasi rute-rute dagang dan tukar menukar kebudayaan dari era Jalur Sutera abad 14 M (Cohen, 2015:3; Zimmerman, 2015:7).

Alasan Presiden Xi Jinping, ketidakseimbangan tata-ekonomi dunia (fazhan bupingheng) adalah akar konflik-konflik di berbagai zona dunia (Godement, 2015). Maka perlu dibangun arsitektur baru tata-ekonomi global. Dari sini lahir garis sambung antara strategi yi dai yi lu (One Belt, One Road/OBOR) Jalur Sutera Presiden Xi Jinping dan tata-keuangan global.

Tahun 2013, pilihannya ialah proposal AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank) yang diracik oleh Zeng Peiyan, mantan Perdana Menteri Tiongkok (2003-2008) dan ketua China Center for International Economic Exchanges (CCIEE) sejak 2008. Maka sulit terbantahkan bahwa AIIB adalah agenda Beijing mengubah arsitektur keuangan dunia. Jin Liqun, yang fasih berbahasa Inggris dan Perancis, adalah mantan Perdana Menteri Tiongkok dan ketua China Investment Corp. serta mitra diskusi Zeng Peiyan (Koh Gui King/Reuters, 18/9/2015).

“AIIB (The Asian Infrastructure Investment Bank, red) is a bank initiated by China, but it's not a 'China's bank”. AIIB diprakarsai oleh Tiongkok sebagai suplemen lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia (World Bank) dan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Begitu papar Presiden AIIB, Jin Liqun, pada Asian Financial Forum di Hong Kong, Selasa 17 Januari  2018. Kini anggota AIIB mencapai 84 negara (Xinhua, 17/1/2018).

Kini banyak prakarasa proyek infrastruktur di berbagai negara anggota AIIB pada zona Asia-Afrika, terajut dengan Jalur Sutera melalui prakarsa One Belt, One Road (OBOR), yi dai yi lu, dari Tiongkok. Maka menurut Jin Liqun, AIIB merasa berkewajiban (duty-bound) untuk mendanai proyek-proyek tersebut yang mesti ramah-lingkungan, sustainabel keuangan, dan diterima oleh masyarakat lokal (lean, clean and green) sepanjang OBOR (Xinhua, 24/11/2017).

Di Istana Bogor (Jawa Barat), Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, menerima delegasi AIIB di ruang Garuda Istana Bogor pada pukul 09.00 WIB Senin (12/3/2018).

Data Kementerian Keuangan (Juni, 2017) menyebutkan bahwa AIIB mengucurkan pinjaman untuk pembangunan 12 proyek infrastruktur skala besar di Asia. Tiga di antaranya termasuk proyek infrastruktur di Negara RI yaitu Peningkatan Permukiman Kumuh Nasional (dana pinjaman dari AIIB sebesar  216,5 juta dolar AS), Proyek Dana Pembangunan Infrastruktur Daerah dan Proyek Perbaikan dan Keselamatan Operasional Damage Tahap II (AN, 12/3/2018).

Amerika Serikat dan Jepang, anggota ADB yang berkantor pusat di Manila, Filipina, tidak bergabung dengan AIIB (Reuters, 18/6/2017). Kini dengan 100 staf dan 84 negara anggota, AIIB mengucurkan 2,5 miliar pinjaman hingga Juni 2017 dan menjadi total 4 miliar dollar AS akhir 2017. ADB dengan 2.000 karyawan mengucurkan pinjaman 17,74 miliar dollar AS tahun 2016. Karyawan Bank Dunia berkisar 10.000 orang (Elias Glenn/Reuters, 18/6/2017).

Akhir Juni 2015, Negara RI menjadi pemegang saham ke-8 terbesar pada AIIB dengan setoran investasi sebesar 672,1 juta dollar AS (Reuters, 28/6/2015). Apakah Negara RI Raya dapat meraih manfaat dan benefit dari AIIB-OBOR? Era abad 14 – abad 17 M atau abad 3 SM Dinasti Han di Tiongkok,  Jalur Sutera menyedot hasil-hasil alam Nusantara tanpa benefit atau profit bagi 1340 suku di seluruh Nusantara. There is nothing new under the sun! Jadi, belum ada kejutan baru dari yi dai yi lu, kecuali satu sabuk dan satu jalur ke Tiongkok sebagai pusat dan negara-negara Asia dan Afrika lainnya adalah periferal. 

 

Oleh Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita