• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Tiga Peluang Wirausaha Lanskap Ekonomi RI

Perubahan landscape ekonomi Negara RI akhir-akhir ini, menurut Presiden RI Joko Widodo, membuka tiga peluang ekonomi bagi pengusaha-pengusaha pemula. Yakni usaha resto, usaha kerajinan hand-made, dan start-up aplikasi-aplikasi sistem IT (information technology). “Saya melihat restoran warung makan yang memiliki, saya baca memiliki 64 cabang di mana-mana. Ini sebuah ekonomi masa depan,” papar Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Pimpinan Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Tangerang, Banten, Rabu (7/3/2018) (Setkab RI, 7/3/2018).

Presiden RI Joko Widodo melihat juga peluang aplikasi-aplikasi sistem IT dan kerajinan hand-made. “Bila anak-anak muda ini mau menggeluti bisnis yang berkaitan dengan e-commerce, online, dan lain lain. Karena di sinilah sebetulnya ada sisi keuntungannya juga sangat besar dan yang kedua, juga membantu masyarakat dalam rangka lebih efisien lagi yaitu di socio-entrepreneur...Saya kemarin melihat seperti misalnya jaket yang dikerjakan secara handmade, dilukis secara handmade. Saya kira, itu pasar yang sangat besar, apabila bisa me-marketing-i merupakan jumlah yang besar keluar,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 7/2/2018).

Menurut Prof. Dr. Martani Huseini, ketiga peluang wirausaha tersebut di atas berintikan perubahan dari kepemilikan aset fisik (natural capital) ke konversi ide-ide baru menjadi kapital (intellectual-capital). “Saya setuju dengan Presiden Joko Widodo. Intinya, konversi pemikiran dari kepemilikan natural resources untuk menjadi competitive advantage yang mind-made. Yang menciptakan dan memiliki peluang adalah pemilik mind-made. Otak jalan dan wataknya jalan. Bagi yang mau maju, syaratnya ada 3, open mind, open heart, open will,” papar Prof. Dr. Martani Huseini, alumnus S-3 dari Universitas Paris de Sorbonne (1983) kepada Staging-Point.Com, Senin (12/3/2018) di lantai 2, Gedung M, FISIP Universitas Indonesia (UI), Depok.

Prof. Dr. Martani Huseini melihat tren perubahan-perusahaan beralih usaha ketika merespons revolusi ekonomi digital dan investasi ramah lingkungan akhir-akhir ini. Pilihannya antara lain peluang usaha pada sektor-sektor kapital alam yang sustainabel. “Sekarang kita digerakan oleh sistem berbasis IT. Banyak perusahaan besar tutup dan beralih ke perikanan; perusahaan tambang minyak dan gas beralih ke perikanan. Karena peluangnya masih sangat besar dan luar biasa, khususnya di kawasan Indonesia Timur seperti ikan kerapu di Serui, Papua, dan infrastrukturnya tersedia,” ungkap Prof. Dr. Martani Huseini, dan penulis “Preparing Indonesian Entrepreneur Society: Facing the Third Millennium”,  Management Expose, Volume I No. 2 Mei 1999.

Peluang wirausaha lansekap ekonomi nasional dan global akhir-akhir ini juga berasal dari sektor kerajinan tangan (hand-made). Kerajinan tangan asal Negara RI, menurut Prof. Dr. Martani Huseini, banyak juga meraih keunggulan daya saing (competitive advantage) pada pasar global. “Peluang wirausaha dan keunggulan sektor kerajinan dapat diraih dari kombinasi hand-made dan mesin. Kecuali batik tulis yang sulit dijiplak oleh mesin. Ukiran orang Dani dari Papua, kini dipelajari oleh orang Harvard di Amerika Serikat. Sekarang produk-produk kerajinan tangan dapat dibuat oleh mesin, kecuali otak,” ujar Prof. Dr. Martani Huseini, Chairman of Center for Innovative and Governance (Jakarta).

Prof. Dr. Martani Huseini menambahkan bahwa otak dan watak adalah rahasia dan kunci dari peluang wirausaha dan daya saing selama ini. Prof. Dr. Martani Huseini menyebut contoh Lotte, Hypermart dan Bulog. “Infrastruktur ya infrastruktur. Sarana kasat mata itu hanya sarana. Tapi Rohnya gak ada. Sarana tanpa roh atau karakter, tak menjadi apa-apa. Misalnya, Hypermart, Lotte, itu semua gudang besar, AC dan sistem. Bulog juga pemilik gudang besar di seluruh Negara RI. Semestinya Bulog kaya-raya. Tapi tak ada otak dan roh penggeraknya,” ungkap Prof. Dr. Martani Huseini.

Di sisi lain, Prof. Dr. Martani Huseini menyarankan pendidikan dan pelatihan bidang sains, teknologi, pengetahuan dan aplikasi-aplikasi sistem. Alasannya, infrastruktur tanpa kecerdasan juga tidak menghasilkan kreasi dan inovasi wirausaha di tengah landscape ekonomi nasional saat ini. “Dulu, kini dan ke depan adalah perubahan. Peter Ferdinand Drucker (penulis dan konsultan manajemen asal Wina, Austria, red) pernah menyatakan, “The greatest danger in times of turbulence is not turbulence; it is to act with yesterday's logic!” Kalau  pakai logika masa lalu, maka tak akan hasilkan inovasi dan kreasi. Maka RAM (Random Acess Memory, red)-nya harus di-upgrade. Inilah tantangannya. Maka sumber daya manusia (SDM), pengusaha pemula, perlu perkuat otak dan watak. Infrastruktur fisik tanpa otak dan watak, ya sia-sia,” ujar Prof. Dr. Martani Huseini. 

Oleh Eko Budi Raharta

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita