• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Teknologi Mini Deteksi Patogen & Kehidupan Mars

Dr Jacqueline Goordial dari Bigelow Laboratory for Ocean Sciences, East Boothbay, Amerika Serikat dan Professor Lyle Whyte, Janina Altshuler, Kelly Chan-Yam, dan Evangelos Marcolefas dari Department of Natural Resource Sciences, McGill University dan koleganya berhasil menggunakan teknik mikrobiologi baru dan sarana ilmiah mini guna mendeteksi, mengidentifikasi dan memeriksa mikro-organisma di Axel Heiberg Island (79°26′N) Canadian High Arctic, satu zona di bumi yang selama ini dianggap paling analog dengan planet Mars. Metode ilmiah ini juga mampu mendeteksi dan mengidentifikasi pathogen-pathogen selama epidemik di zona-zona jauh wilayah planet bumi. Hasil studi ini dirilis oleh Frontiers in Microbiology edisi 20 Desember 2017.

Peneliti itu menggunakan instrumen ilmiah guna mendeteksi dan menganalisis kehidupan secara langsung di Canadian High Arctic. Teknologi baru itu sangat murah, ringan (mini) dan hemat energi berupa modular “life detection platform” yang membudi-daya (culture) mikro-organisma dari sampel-sampel tanah, memeriksa aktivitas mikrobial, dan mengurutkan DNA (Deoxyribonucleic acid / Asam Deoksiribosa Nukleat atau ADN) dan RNA (Ribonucleic acid).

DNA membawa instruksi genetik untuk pertumbuhan, perkembangan, fungsi dan reproduksi organisme hidup dan virus. Teknologi mini dan murah dari Dr Goordial, Professor Lyle Whyte dan koleganya dapat mengurutkan DNA dan RNA secara langsung dan real-time di lokasi riset termasuk zona sangat ekstrem dan sulit membuat sampel areanya, sulit budi-daya sampel, dan lain-lain seperti Arctic dan Antartika.

 “The types of analyses performed by our platform are typically carried out in the laboratory, after shipping samples back from the field. We show that microbial ecology studies can now be done in real time, directly on site -- including in extreme environments like the Arctic and Antarctic,” papar Dr Goordial (McGill University, 23/1/2018).

Dengan menggunakan sarana ilmiah berupa cepis mini pengurutan DNA dan ringan (Oxford Nanopore MiniON), para peneliti itu mampu memeriksa sampel-sampel lingkungan di zona sangat ekstrem dan jauh, dan memadukan metode lain guna deteksi kehidupan mikrobial di Canadian High Arctic. Para peneliti mengisolasi mikro-organisma ekstremofilik yang sulit dibudi-daya sebelumnya, mendeteksi mikrobial, dan mengurut DNA sejak mikroba aktif.

“The presence of DNA alone doesn't tell you much about the state of an organism... it could be dormant or dead, for example. By using the DNA sequencer with the other methodology in our platform, we were able to first find active life, and then identify it and analyze its genomic potential, that is, the kinds of functional genes it has,” ujar Dr Goordial. 

Teknologi MiniON, pengurut DNA portabel, diproduksi oleh Oxford Nanopore Technologies Ltd (Inggris), yang mengembangkan dan menjual produk-produk pengurutan biopolymer (generasi ke-3) dan polynucleotide dalam bentuk DNA atau RNA melalui analisis langsung elektronik dari molekul-molekul tunggal (Niedringhaus, T. P et al / Analytical Chemistry, 2011: 4327–4341; Greninger, A. L.; et al. / Genome Medicine, 2015; Nick L., 2015).

Secara teoretis, metode dan teknologi mini itu mampu mendeteksi kehidupan di Mars. "The search for life is a major focus of planetary exploration, but there hasn't been direct life detection instrumentation on a mission since the 70s, during the Viking missions to Mars. We wanted to show a proof-of-concept that microbial life can be directly detected and identified using very portable, low-weight, and low-energy tools,” papar Dr Goordial.

Dr Jacqueline Goordial menambahkan, “Mars is a very cold and dry planet, with a permafrost terrain that looks a lot like what we find in the Canadian high Arctic. For this reason, we chose a site about 900 km from the North Pole as a Mars analog to take samples and test our methods.” Sejauh ini, tim peneliti itu belum siap untuk misi ruang-angkasa.

Perihal misi ke Mars, Profesor Lyle White berpandangan  : “Life detection missions on other planets will need to be robotic. The DNA sequencer also needs higher accuracy and durability to withstand the long timescales required for planetary missions. Successful detection of nucleic acids in Martian permafrost samples would provide unambiguous evidence of life on another world.” (The Daily Mail, 18/1/2018).

Oleh Illo Djeer

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita