• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Perkuat Ekonomi Keluarga Berbasis Koperasi Perempuan

Pada acara Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-70, Rabu sore (12/7/2017) di Lapangan Karebosi, Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Presiden RI Joko Widodo merilis data tentang peran Koperasi di Negara RI. Sumbangan koperasi terhadap perekonomi Negara RI masih relatif kecil (PresidenRI.go.id, 12/7/2017).

“Di Prancis itu 18 persen, di Belanda kontribusinya 18 persen, di Selandia Baru kontribusinya 20 persen. Sekali lagi di negara kita (Negara RI, red) baru 3,9 persen. Inilah pekerjaan besar kita, pekerjaan besar kita ada disini agar kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional itu meningkat secara drastis,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 12/7/2017).

Sejumlah model koperasi, menurut Presiden RI Joko Widodo, dapat dijadikan contoh di Negara RI seperti Koperasi Unit Desa (KUD) Denbatas di Tabanan, Koperasi Kredit Credit Union Mandiri, Koperasi Kospin Jasa yang memutar modal senilai Rp 5 triliun, Koperasi Sidogiri yang memutar modal senilai Rp 18 triliun di Jawa Timur (Setkab RI, 12/7/2017).

Menurut Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si, dosen pada Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas), Bandung (Jawa Barat), basis utama daya-saing ekonomi Negara dan kesejahteraan Rakyat ialah ekonomi-ekonomi keluarga dan penguatan basis-basis ekonomi keluarga tidak terlepas dari faktor pemberdayaan perempuan melalui usaha kelompok berbentuk koperasi.

“Kelompok masyarakat miskin terbesar di Negara RI saat ini adalah kelompok perempuan single parents. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan Rakyat dan memacu daya-saing ekonomi kita, harus dimulai dari pemulihan simpul-simpul sangat lemah dari sistem ekonomi kita ini. Pilihan programnya ialah pemulihan dan penguatan kelompok ekonomi keluarga yang lemah melalui usaha berkelompok seperti koperasi perempuan,” papar Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si kepada Staging-Point.Com, Selasa (8/5/2018) di Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Jl. Sumatera No 41, Bandung, Jawa Barat.

Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si menyebut contoh program KASIH IBU dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). “Tantangan utama mensejahterakan Rakyat dan memacu daya saing ekonomi Negara ialah bagaimana ekonomi-ekonomi keluarga lebih sejahtera dan ekonomi keluarga lemah dipulihan dan diperkuat melalui usaha kelompok seperti koperasi perempuan. Saya kebetulan di Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggagas program KASIH IBU, Koperasi silih-asih ibu, yang menyediakan insentif bantuan usaha dan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara,”ungkap Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si.

Melalui model program usaha kelompok koperasi seperti KASIH IBU, menurut Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si, wirausaha perempuan lahir dan berkembang, tidak terjebak oleh rentenir, dan memiliki modal usaha. “Program koperasi KASIH IBU bertujuan agar tercipta wira-usaha perempuan berbasis usaha kelompok koperasi; mereka juga tidak terjebak oleh permainan rentenir; mereka mendapat akses modal atau bantuan usaha melalui proses cepat dan sederhana misalnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini dikelola oleh Pemerintah,” ujar Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si.

Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 menetapkan “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Berkaitan dengan amanat UUD 1945, berdasarkan pengalaman merintis program KASIH IBU, Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si. melihat ada 3 (tiga) program penting guna memperkuat ekonomi keluarga lemah berbasis usaha kelompok koperasi, khususnya koperasi perempuan yakni akses modal usaha bagi perempuan, tingkat suku bunga, dan proses administrasi atau birokrasi mendapatkan bantuan modal usaha.

“Perempuan pada level usaha kecil, usaha menengah, dan koperasi selalu mengalami kesulitan sama yakni akses modal usaha atau pembiayaan usaha. Oleh karena itu, seperti program KASIH IBU, sasaran utama programnya ialah pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis pemberdayaan perempuan di semua level usaha melalui kemudahan akses modal usaha atau pembiayaan usaha. Melalui program KASIH IBU, misalnya, kita berupaya agar perempuan memperoleh bantuan usaha atau pembiayaan dengan proses sangat sederhana dan tingkat bunga sangat rendah sekitar 9% per tahun. Karena selama ini, masalah pokoknya ialah bagaimana perempuan memiliki akses yang sederhana, cepat, dan mudah ke sumber biaya dengan tingkat bunga rendah,” papar Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si. 

Oleh Gabriel (Bandung)

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita