• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Holdingisasi BUMN Migas : Modal, Keahlian SDM & Teknologi

Minggu (28/2/2018) di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Pertamina. PP No. 6/2018 mulai berlaku sejak diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna H. Laoly tanggal 28 Februari di Jakarta pada Lembaran Negara RI No. 16/2018. PP ini menjadi bagian dari proses holdingisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Minyak dan Gas (Setkab RI, 28/2/2018).

Menurut Dr. Ignatius Iryanto, SF, M. Eng. Sc., ahli energi dan alumnus S-3 dari Technishe Universitat Berlin (Jerman), arah kebijakan holdingisasi BUMN khususnya di sektor Migas perlu meraih dua sasaran pada level nasional dan global yakni perluasan skala ekonomi dan aset BUMN guna meningkatkan daya saing dan negosiasi di pasar dunia dan nasional serta mewujudkan Kemakmuran Rakyat yang telah diamanatkan oleh alinea 4 Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 33 UUD 1945 tentang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial.

“Melalui kebijakan holdingisasi BUMN khususnya BUMN Migas dapat tercipta perluasan skala ekonomi dan aset-aset BUMN kita menjadi besar sehingga mampu bersaing dan melakukan negosiasi usaha dengan mitra global dan nasional. Maka holding BUMN harus melaksanakan amanat Pasal 33 ayat (2) UUD 1945 bahwa “Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara”. Jadi, kepemilikan (ownership) tetap berada pada Negara, tetapi pengelolaan dan pemanfaatannya untuk Kemakmuran Rakyat,” papar Dr. Ignatius Iryanto, SF, M. Eng. Sc., dan alumnus Technishe Universitat Berlin (Jerman) bidang teknologi laser kepada Staging-Point.Com, Jumat (18/5/2018) di Gedung Menteng Huis Lt. 2 – Jakarta Pusat.

Untuk meningkatkan daya saing atau kinerja BUMN guna mewujudkan cita-cita Kemakmuran Rakyat, menurut Dr. Ignatius Iryanto, proses holdingisasi BUMN perlu melakukan 5 (lima) hal pokok. “Dasar dan arah holdingisasi BUMN Migas harus melaksanakan amanat UUD 1945 dan UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Untuk itu, 5 (lima) hal yang perlu diperhatikan dalam tata-kelola holdingisasi BUMN yakni (1) kejelasan model usaha holding khususnya kepemilikan, bidang atau sektor, arah, dan proses saling mendukung antar bidang usahanya; (2) pilihan SDM-nya harus berdasarkan meritokrasi (profesionalisme atau keahlian-keahlian) dan meredusir intervensi partai politik ke dalam BUMN; (3) transparansi dan steril korupsi seluruh proses tata kelola holding BUMN; (4) pilihan teknologi harus up-to-date dan ramah-lingkungan; dan (5) holdingisasi tidak mempreteli “kekuasaan Negara” melalui privatisasi cabang produksi yang penting bagi Negara (strategis) dan menguasai hajat hidup Rakyat,” ungkap Dr. Ignatius Iryanto, alumnus S-1 Fisika-UGM dan S-2 Optoelektronik-UI.

Hari Jumat (12/8/2016) di Kantor Presiden (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memimpin Rapat Terbatas (Ratas) ke-2 tentang Rencana Holdingisasi BUMN. Ratas ke-2 dilaksanakan pada Februari 2016 di Jakarta.

“Holdingisasi ini bukan semata-mata strategi pengurangan pemberian suntikan PMN (Penyertaan Modal Negara), tidak, atau mekanisme pengalihan saham negara sebagai inbreng saham pada BUMN yang ditunjuk sebagai induk perusahaan. Penggabungan BUMN ini dimaksudkan  untuk memperkuat peran BUMN  dalam persaingan, terutama dalam persaingan global. Pembentukan holding BUMN bukan untuk menghilangkan BUMN, tidak. Holdingisasi bukan privatisasi, ini berbeda. Tidak menghilangkan status BUMN pada perseroan yang menjadi anak perusahaan yang sahamnya diinbrengkan. Dan juga tidak menghilangkan atau mengurangi portfolio saham Negara secara absolut,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 12/8/2016).

Dr. Ignatius Iryanto melihat bahwa upaya meningkatkan daya saing BUMN holding di pasar global dan nasional harus didukung oleh kekuatan kapital, teknologi, dan SDM BUMN Holding. “Pilihan teknologi dan keahlian SDM harus kuat. Dukungan kapital juga harus kuat guna memperbesar nilai aset dan kekuatan investasi BUMN holding. Hal-hal ini telah lama dilakukan oleh BUMN Migas sejumlah negara di Asia Pasifik seperti CNPC, Sinopec dan CNOOC dari Tiongkok atau Korea National Oil Corporation (KNOC) asal Korsel, yang mengelola proyek-proyek pasokan gas dan minyak pada 40 negara seperti di Yaman, Argentina, Peru, Amerika Serikat dan North Sea, selain proyek gas dan minyak skala kecil di Irak, Kolombia, Kazakhstan, Venezuela, Libya, dan Vietnam,” ungkap Dr. Ignatius Iryanto. 

Oleh : Yustinus Oswin M

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita